Konsumsi Bright Gas 5.800 Tabung/Bulan

bright gasBENGKULU, Bengkulu Ekspress  РPertamina menghadirkan Bright Gas sebagai produk non subsidi yang paling tepat bagi masyarakat ekonomi menengah dan keatas yang tingkat konsumsi bulanannya pada 2017 lalu mencapai 5.800 tabung. Hal ini mengusung program subsidi gas elpiji tepat sasaran dalam pendistribusiannya untuk rakyat miskin dan unit usaha kecil.

Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Hermansyah Y Nasroen mengungkapkan, Bright Gas memiliki berbagai macam kemasan yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan, mulai dari kaleng, 5.5 kg hingga 12 kg.

“Sebagai pengganti gas elpiji tabung melon yang hanya untuk rakyat miskin, kini Bright gas hadir menjadi solusi bagi masyarakat ekonomi menengah keatas dengan varian 5,5 kg dan 12 kg,” ujar Hermansyah, kemarin (17/3).

Bright gas yang termasuk produk unggulan ini, merupakan produk yang jauh lebih aman karena memiliki katup ganda. Guna menarik minat masyarakat, Bright Gas memiliki program tukar tabung LPG 3 kg menjadi Bright Gas 5.5 kg dengan menambah sejumlah uang. “Masyarakat bisa beralih ke Bright gas yang lebih aman dengan menukar tabung elpiji 3 kg dengan bright gas 5,5 kg dengan menambah sejumlah uang,” lanjut Hermansyah.

Hermansyah menerangkan, Dua tabung 3 kg ditambah Rp 110 ribu maka masyarakat bisa mendapatkan 1 tabung Bright Gas 5.5 kg beserta isinya. Sedangkan satu tabung 3 kg ditambah Rp 217 ribu berhak mendapatkan tabung Bright Gas 5.5 kg beserta isinya. “Sejak diluncurkannya Bright Gas 5,5 Kg, Bright gas memberikan tren penjualan yang cukup baik sebab banyak masyarakat yang mulai beralih,” sambung Hermansyah.

Sejak diluncurkan pada tahun 2016, saat itu rata-rata konsumsi bulanan sekitar 2.950 tabung. Pada tahun 2017, menunjukan peningkatan yang signifikan yaitu konsumsi rata-rata bulanan yaitu 5.800 tabung.

“Trend ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang beralih ke Bright Gas sebagai bentuk dukungan barang subsidi yang tepat sasaran dn diharapkan kedepannya akan semakin meningkat,” tutup Hermansyah.

Sementara itu, Kepala ESDM Provinsi Bengkulu, Ir Ahyan Endu mengatakan, dengan meningkatnya permintaan bright gas di Bengkulu mengindikasikan masyarakat sudah paham dan peduli bahwa gas melon hanya diperuntukan untuk masyarakat miskin.

“Kami sangat menghargai banyak masyarakat yang mulai menyadari bahwa gas melon hanya untuk masyarakat miskin yang berhak dan akhirnya beralih ke bright gas,” ujar Ahyan.

Terakhir Ahyan mengharapkan, kedepannya semakin banyak masyarakat yang sadar dan beralih menggunakan Bright gas sehingga harapan pemerintah memberikan subsidi tepat sasaran bagi warga miskin bisa tercapai dengan baik.

“Kami harap kedepannya semakin banyak masyarakat yang menyadari dan kemudian beralih menggunakan Bright gas untuk aktivitasnya sehari-hari,” tukas Ahyan.(999)