Konsumen PLN Dirugikan

RIO-WARGA PROTES TAGIHAN LISTRIK BENGKAK-TIMUR INDAH3 (1)BENGKULU, BE – Kasus membengkaknya tagihan listrik di Kota Bengkulu kembali terjadi.   Setelah sebelumnya pada bulan Februari lalu, puluhan warga di kawasan Pasar Bengkulu mengeluhkan tarif listrik membengkak dari biasanya, kali ini kasus ini kembali muncul di lokasi yang berbeda di Kota Bengkulu yaitu di kawasan Kelurahan Sidomulyo tepatnya di RT 4 dan RT 26 RW.
Hampir sebagian besar masyarakat di kedua RT tersebut mengeluhkan  besarnya tarif PLN yang mereka terima pada bulan ini.  Bahkan tarif yang mereka terima, naik lebih dari 100 persen.  Salah satunya dialami oleh Rio Susanto warga RT 26.   Ia mengakui jika selama ini tagihan listrik yang ia terima berkisar antara  Rp 90 sampai 120 ribu, namun pada bulan Juni ini tagihannya membengkak hingga Rp 400 ribu.   Padahal menurut Rio, pemakaian yang ia lakukan masih normal seperti biasanya.
“Saya kaget saat saya hendak membayar listrik.   Tagihan saya membengkak hingga 300 persen,” ungkap Rio.
Hal senada juga terjadi dengan Asmara Hadi yang juga mengalami pembekakan tagihan listrik.  Asmara Hadi yang biasanya hanya membayar listrik setiap bulannya sekitar Rp 300 sampai Rp 400 ribu, membengkak menjadi Rp 900 ribu.
Ketua RT 26 Kelurahan Sidomulyo, Irwan Marfianto ketika dikonfirmasi mengatakan sudah mendapat informasi dari warganya bahwa  banyak sekali warganya yang mengeluhkan tagihan listrik yang membengkak tersebut.   Bahkan menurut informasi yang ia terima, pembengkakan tersebut bukan hanya terjadi di RT 26 saja melainkan di RT 4.
“Kita belum tahu pasti berapa jumlah warga yang mengalami pembengkakan tagihan in, tapi saya yakin lebih dari 50 persen warga kita mengalami pembengkakan tersebut,” ujar Irwan.
Menurut Irwan mereka belum tahu pasti penyebab pembengkakan ini, namun yang mereka ketahui selama beberapa bulan terakhir mereka tidak pernah melihat petugas pencatat meteran mengecek meteran listrik di rumah mereka.  Menurut beberapa orang  warga yang pernah melaporkan kejadian tersebut ke PLN Rayon Nusa Indah, mereka tidak mendapat jawaban yang pasti dari petugas, setiap warga mendapat penjelasan yang berbeda, sehingga mereka belum bisa memastikan penyebab masalah ini.
Atas kejadian terebut mereka sangat kecewa dan meminta pihak terkait untuk menyikapi masalah ini, sehingga kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali karena mereka merasa sangat dirugikan.
Sementara itu Manager PLN Rayon Nusa Indah, Puput Septemberini mengakui masalah tersebut.  Masalah tersebut terjadi karena petugas dari PT Kharisma Utama yang melakukan pencatatan tidak turun ke lapangan dalam beberapa bulan terakhir.  Dan saat mereka tidak turun tersebut, PLN mengurangi tagihannya dan pada bulan ini, sisa tagihan tersebut diakumulasi dari sisa tagihan pada bulan sebelumnya.
“Pada saat petugas dari rekanan kita tidak turun tersebut kita kurangi pembayarannya, dan pada bulan ini sisa tagihan tersebut kita akumulasi, karena jika tidak kita lakukan sekarang maka akan semakin membengkak,” terang Puput.
Ke depannya ia juga meminta peran serta masyarakat untuk memahami masalah ini, jika terjadi hal-hal yang tidak wajar seperti tagihan mengecil agar melapor.  Dan jika ada pelanggan yang ingin komplain bisa datang ke PLN langsung untuk dicarikan solusinya.
Saat ditanya apa yang akan dilakukan PLN terhadap kinerja rekanannya yang tidak menjalankan tugasnya, Puput mengatakan mereka akan langsung memberikan teguran jika terjadi masalah bukan hanya saat ini saja.  Namun apakah PLN akan memberikan sanksi atau tidak, Puput tidak bisa menjawabnya karena wewang berada pada PLN Area Bengkulu.  “Mudah-mudah bulan depan masalah ini selesai dan tidak terulang kembal,” harap Puput.
Di sisi lain Direktur Utama PT Kharisma Utama M Nasir saat dihubungi Bengkulu Ekspress belum mengetahui terkait masalah ini.  Namun ia juga mengatakan sudah ada warga yang melakukan komplain terkait masalah ini kepada mereka.  Dan ia akan segera melakukan pengecekan.  Menurut pengakuannya kemungkinan masalah tersebut karena mereka pernah melakukan pergantian petugas dan kemungkian pergantian tugas tersebut berada di wilayah yang dimaksud. (251)