Konsumen Boleh Beli BBM Non Subsidi Dengan Jerigen

REWA/Bengkulu EkspressAktivitas pengisian BBM di SPBU KM 6,5 Kota Bengkulu, kemarin (1/8).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– PT Pertamina tidak melarang masyarakat untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi menggunakan jerigen. Sebab pengisian BBM non subsidi menggunakan jerigen, bukanlah perbuatan nakal dan ilegal.

“Jadi kalau ada masyarakat mau beli BBM non subsidi seperti Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex termasuk BBM non subsidi lainnya boleh menggunakan jerigen. Karena yang dilarang pengisian menggunakan jerigen hanya pada jenis bahar bakar yang disubsidi, yaitu Premium dan Solar,” kata Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, kemarin (1/8).

Oleh karena itu, bagi masyarakat yang merasa tidak kebagian solar ataupun premium bisa menggunakan BBM Non Subsidi. Karena seluruh SPBU diperbolehkan menjual BBM non subsidi menggunakan jerigen, bahkan dengan wadah yang lebih besar.”Hal ini mengacu atas surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Direktorat Pemasaran Pertamina kepada seluruh pengusaha retail fuel marketing region II Sumbagsel pada tanggal 31 Agustus 2016,” ujar Rifky.

Isi dari surat pemberitahuan tersebut, masih kata Rifky, Pertamina menegaskan bahwa lembaga penyalur (SPBU) hanya boleh menyalurkan bahan bakar Premium dan Solar untuk pengguna akhir sebagaimana diatur dalam peraturan presiden nomor 191 tahun 2014 dan dilarang keras menyalurkan kepada konsumen yang menggunakan jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

“Jadi bagi konsumen-konsumen yang tidak dapat dilayani sesuai ketentuan dimaksud, dapat menggunakan bahan bakar khusus seperti Pertamax, Pertalite, Pertamina Dex, Dexlite dan Solar non PSO,” tutupnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Petugas SPBU di Kota Bengkulu, Roni Safaringga. Dirinya mengaku, bagi masyarakat yang ingin membeli BBM Non Subsidi menggunakan Jerigen akan dilayani. Akan tetapi tidak boleh dilakukan dengan cara monopoli atau membeli dalam kapasitas besar dalam satu hari. “Boleh tidak ada yang melarang, siapa bilang dilarang, kalau yang subsidi iya memang dilarang,” tutupnya.(999)