Konflik Pilwakot Dinetralisir

RATU SAMBAN, BE – Gesekan politik di Pilwakot tak bisa terbendung lagi. Terlebih lagi jumlah kandidat yang bertarung di kontestasi kali ini sangat banyak mencapai 11 pasang. Mengantisipasi gejolak dan konflik terjadi, kemarin, Polres Bengkulu mencoba mengundang semua kandidat yang bertarung untuk menyamakan persepsinya dikemas dalam coffe morning. Sayangnya tak semua kandidat yang diundang hadir. Hanya Basri Muhammad, HM Syamlan, Evi Trilenza Sulaiman-Endang Sumantri, Ridwan Marigo-Bowo Trianto, Leni Hartati-Sudoto, serta Emilia Puspita-Ita Jamil. Sedangkan kandidat lain hanya diwakili tim pemenangan. Dialog yang dipimpin Kapolres Bengkulu AKBP H Joko Suprayitno juga melibatkan Kajari Bengkulu H Suraynto SH, Ketua KPU Kota Bengkulu Salahudin Yahya SAg MSi, Dandim 0407 Letkon Inf Arsil Tanjung, serta Wawali H Edison Simbolon SSos MSi, dan Sekkot Rusli Zaiwin SE MM. “Adanya konflik dalam Pilwakot ini perlu diantisipasi. Saya harapkan semua kandidat dapat meredam gejolak tersebut dengan mengkoordinir pendukungnya masing-masing,” katanya menegaskan Polres Bengkulu sudah mendeteksi terjadi kesalahpahaman antar kandidat yang bisa membesar. Makanya sebelum kondisinya semakin akut perlu diluruskan. Sejumlah titik rawan juga telah diantisipasi dengan meningkatkan persnel pengamanan. Kepolisian juga akan meminta bantuan Pemkot Bengkulu agar mengerahkan anggota Linmas.”Tambahan tenaga dari Satpol PP juga cukup membantu untuk meredam konflik,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Walikot Bengkulu, H Edison Simbolon SSos MSi, juga berharap agar tragedi pembakaran kantor KPU di Kabupaten Kaur pada tahun 1995 merupakan yang pertama, dan terakhir. Sehingga para kandidat yang bersaing memperebutkan kursi BD 1 A bisa menandatangani nota kesepakatan siap menang dan kalah secara konsisten. “Untuk kekurangan anggota Linmas, akan kita tambah, karena saya yakin seluruh kandidat yang maju ini punya niat yang baik untuk mebangun Kota Bengkulu. Untuk warga yang belum terdaftar sebagai pemilih utuk segera melapor sebelum nantinya ditetapkan menjadi DPT,” jelasnya.(160)