Kondisi Perkantoran Pemkot Memprihatinkan, Ruangan Sesak dan Sempit 1 Toilet untuk Ratusan PNS

RUDI - RAPAT - Ruang rapat Dishubkominfo Kota Bengkulu tampak sempit saat menerima kunjungan anggota Komisi II DPRD Kota. Dewan menilai kantor Dishubkominfo ini layak untuk dibenahi.
Kantor merupakan sarana penting untuk menunjang aktivitas pemerintahan. Bagi sebagian perusahaan, kantor bahkan dianggap sebagai jantung perusahaan karena menjadi pusat kegiatan terutama pada bidang administrasi. Meski demikian, kondisi sebagian besar perkantoran Pemerintah Kota justru dalam kondisi memprihatinkan.
======================
RUDI NURDIANSYAH,

Kota Bengkulu
======================
MESKI Kota Bengkulu merupakan wajah ibukota provinsi, namun kondisi perkantoran milik Pemerintah Kota Bengkulu masih dalam keadaan memprihatinkan. Kondisi tersebut bisa ditemui di banyak instansi seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf), serta Dinas Kesehatan (Dinkes).
Meski tidak ada kerusakan parah, namun umumnya kantor-kantor tersebut mengalami over kapasitas atau semakin sempit untuk menampung keseluruhan pegawai. Beberapa ruangan bahkan tidak layak lagi digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas penting yang berkaitan dengan administrasi atau bila ingin digunakan untuk menampung beban dokumen, SDM dan peralatan yang dibutuhkan.
Misalnya pada kantor Dishubkominfo yang terletak di Jalan Jati Kelurahan Sawah Lebar. Setiap pegawai yang bekerja di instansi ini harus berebut ruang untuk menjalankan aktivitasnya.  Beberapa ruangan susah untuk dilewati karena penuh dengan meja kursi yang tak tertata rapi. Tak sedikit pegawai yang pada akhirnya memilih duduk di luar kantor.
Padahal, Dishubkominfo memiliki peran yang strategis untuk mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir dan pajak menara atau tower selular. Selain itu, Dishubkominfo selama ini juga selalu kedatangan banyak tamu baik dari juru parkir maupun sopir angkutan kota (Angkot) yang ingin menyetorkan PAD ataupun berkonsultasi.
Saat DPRD Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) beberapa waktu yang lalu, sejumlah pegawai secara terang-terangan mengeluhkan kondisi kantor mereka yang tak lagi layak untuk digunakan.  Keluhan itu tidak hanya mencakup ruangan kantor yang sempit, namun juga kondisi toilet yang rusak berat dan harus menampung ratusan pegawai.
“Kami di bagian promosi pariwisata, tapi bahkan kantor kami ini tak layak dipromosikan,” kata Kepala Seksi Aneka Wisata pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu, Hanifa SE.
Merespon hal ini, Komisi II DPRD Kota Bengkulu yang menangani bidang pembangunan menyatakan bahwa beberapa kantor milik Pemerintah Kota memang layak untuk direnovasi. Dewan berkomitmen untuk mengusulkan anggaran renovasi kantor dengan komitmen yang kuat dari SKPD-SKPD terkait untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi pembangunan Kota Bengkulu.
Di bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu Ir H Darmawansyah MT, mengutarakan, pihaknya telah merencanakan akan melakukan renovasi terhadap sejumlah perkantoran yang ada di lingkungan Pemerintah Kota. Ia mengaku sejumlah tim teknis Dinas PU Kota Bengkulu telah melakukan perhitungan kebutuhan renovasi tersebut.
“Berdasarkan perhitungan Bidang Cipta Karya kita, kebutuhan anggarannya sekitar Rp 36 miliar. Rehab itu meliputi gedung, pagar, pelebaran ruangan kerja dan lain-lain. Tapi ini nanti masih akan dibahas dengan Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kota,” ujarnya.
Sayangnya Darmawansyah enggan menyebutkan kantor instansi mana yang akan direnovasi. Namun ia menegaskan, perbaikan tidak bisa dilaksanakan secara menyeluruh, namun bertahap. Pasalnya, Pemerintah Kota memiliki keterbatasan anggaran.
“Kalau tidak bisa selesai sekarang bisa jadi pada anggaran tahun selanjutnya. Prioritas kita kan pembangunan Kantor Walikota, dan itu anggarannya tidak sedikit,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dishubkominfo Kota Bengkulu, Selupati SH, mengaku senang dengan adanya kebijakan renovasi kantor tersebut. Ia pun menaruh harapan bilamana renovasi itu dilakukan atas kantor yang ia pimpin.
“Pada dasarnya kami tidak mau mengeluh soal kantor, karena kerja kami juga lebih banyak ke lapangan. Tapi kalau mau direhab, tentu kami sambut gembira,” demikian kata kepala dinas yang khas dengan kumis tebalnya ini. (**)