Komisi III Soroti Penerbangan dan Jalan

Teluk Segara-20130211-00117BENGKULU,BE- Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu merasa gerah dengan berkurangnya penerbangan ke Bengkulu, setelah Maskapai Batavia  tidak terbang lagi. Sebab itu, pihaknya akan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan RI,untuk meminta  kementerian memastikan Maskapai Garuda da penerbangan lainnya masuk ke Bengkulu menggantikan Batavia.

“Karena, Batavia sudah tidak terbang lagi. Penerbangan di Bengkulu selalu over, sehingga perlu ada penambahan penerbangan. Kita berharap Maskapai Garuda menggantikan Batavia, tapi kalau belum bisa, diharapkan maskapai lain,” kata Ketua Komisi Suharto SE, MBA, kemarin.

Ia mengatakan sangat gerah karena  jadwal penerbangan berkurang. Sehingga akan merepotkan masyarakat yang akan berpergian. Kondisi tersebut juga tidak mendukung tumbuhnya investasi ke Bengkulu. “Maka masalah ini harus segera disikapi, kami akan mendorong Kementerian agar segera memperhatikan masalah ini,” katanya.

Pihaknya juga akan meminta  Kepala Bandar Udara Fatmawati untuk menertibkan travel-travel ilegal yang mangkal di bandara. Serta meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Sehingga bisa bersaing dengan daerah lain. “Sehingga masyarakat menjadi nyaman,” kata Suharto yang selalu aktif menyoroti  pelayanan publik tersebut.

Pihaknya akan mencari tahu penyebab Maskapai Garuda enggan terbang ke Bengkulu, sehingga dapat segera mengamsil solusi yang tepat. Masuknya Maskapai Garuda dan penerbangan lainnya untuk membuka rute ke Bengkulu sangat penting, sebab mempengaruhi sektor investasi dan ekonomi di Bengkulu. “Jangan sampai kalah dengan daerah lain,” tegas wakil rakyat ini.

Selain masalah penerbangan, Suharto mengatakan komisi III juga akan memantau perbaikan jalan-jalan di Provinsi Bengkulu. Dia sangat kritis menyikapi pembangunan yang amduradul, tidak sesuai dengan anggaran. Sikap kritis menyoroti pembangunan di Bengkulu tersebut, mendapat dukungan dari Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah. “Saya minta izin gubernur, untuk menyoroti dengan kritis pembangunan, terutama jalan. Saya akui kadang peryataan saya keras. Tapi, gubernur memberikan dukungan terhadap sikap kami,” kata Suharto.

Gubernur sendiri, lanjut Suharto menilai langkahnya sudah tepat mengkritisi pembangunan yang amburadul.  Pernyataan gubernur disampaikan melalui  Blackberry Mesenger (BBM)  Ketua Komisi III tersebut, bunyinya “Mantab Saya dukung Mas. Jujur, kalau tidak sesuai bongkar saja. Kita capek urus jalan tidak kelar-kelar. Anggaran cukup banyak, tapi pelaksanaan tidak beres, daerah kita yang dirugikan”.

Suharto mengatakan, tidak segan-segan mengeluarkan rekomendasi ke penegak hukum apabila ada proyek-proyek pembangunan dijalankan tidak sesuai dengan aturan. Hal tersebut sangat merugikan masyarakat. “Seperti disampaikan gubernur, anggaran banyak tapi pelaksanaan tidak beres. Sehingga, warga yang dirugikan,” ujar anggota dewan yang vokal ini. (100/adv)