Komisi III Back Up Langkah PDAM

Nilai Penyusutan Debit Air
Irigasi Lantaran Kemarau

KEPAHIANG, BE – Komisi III DPRD Kepahiang membela Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alami Kepahiang. Berkurangnya debit air irigasi ke areal persawahan 10 desa di Kepahiang bukan dipicu proyek PDAM mencari sumber mata air baru. Debit air berkurang dinilai akibat kemarau panjang

“Bangunan milik PDAM itu baru akan dibangun jadi saat ini belum mengambil pasokan air di daerah itu. Kekeringan itu kemungkinan besar karena faktor alam atau kemarau,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kepahiang Firdaus SH saat memimpin hearing bersama Direktur PDAM, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta 7 orang Kades di Gedung DPRD Kepahiang kemarin.

Mengenai rencana PDAM untuk membangun sumber mata air baru bagi pelanggan PDAM di Kepahiang ini sudah harus sepenuhnya didukung bersama-sama seluruh lapisan masyarakat. “Pembangunan sumber mata air baru PDAM ini harus kita dukung bersama karena ini juga demi kepentingan umum. Kalaupun ada permasalahan kekeringan yang melanda saat ini kita akan cari solusi terbaiknya,” jelas Firdaus.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Arbi SIP MM menantang SKPD terkait agar mengusulkan program yang mampu menyuplai air untuk kebutuhan pengairan sawah.

“Sekarang tidak mungkin bangunan yang sedang dibangun itu dirobohkan, jelas akan ada kerugian negara. Lagi pula air bersih menjadi kebutuhan semua warga yang tidak menggunakan air sumur. Sawah pun juga penting, jadi, saat ini SKPD mana yang siap mengajukan program untuk menambah debit air irigasi itu dan kami selaku banggar DPRD akan merealisasikan anggaranya,” ujar Arbi.

Menurutnya ada ada saving anggaran Rp 4 miliar jika memang dibutuhkan dana untuk mengatasi persoalan air bersih.”Silahkan ajukan kepada kami butuh anggaran berapa,” tantang Arbi.

Sementara itu Direktur PDAM Tirta Alami Kepahiang Karmolis Merigi ST menilai pihaknya berada pada posisi yang dipersalahkan akibat pengurangan debit irigasi tersebut.

Padahal pembangunan penampungan air bersih dekat aliran Sungai Air Belimbing dan Sungai Sengak sama sekali belum melakukan penyedotan air.
Selain itu, jika direalisasikan, PDAM hanya mengambil 10 liter per detik air bersih dari total debit mata air yang mencapai 1.655 liter per detik.

“Artinya kami hanya akan mengambil 0,6 persen saja dan langsung dari mata air Sungai Sengak. Ini sudah berdasarkan analisis yang dilakukan Dinas PU dan analisis tim kami. Sedangkan pada permasalahan ini seakan-akan kamilah (PDAM) yang menyebabkan berkurangnya debit air itu,” jelas Karmolis usai hearing kemarin

Menurutnya, jika penampungan air bersih tersebut selesai dibangun, PDAM belum akan memanfaatkannya untuk memasok air bersih kepada warga Kepahiang. Melainkan sebagai cadangan jika terjadi kesulitan air bersih di wilayah Kecamatan tebat Karai.

“Kami belum akan menggunakan penampungan air bersih itu untuk distribusi sehari-hari. Itu baru akan didistribusikan ketika ada kesulitan air bersih di wilayah Tabat Karai,” tegasnya.(505)