Komisi III Ancam Tidak Rekomendasikan Anggaran PPA

KEPAHIANG, BE – Komisi III DPRD Kepahiang mengamcam tidak akan memberikan rekomendasi anggaran untuk Penjaga Pintu Air (PPA) yang diusulkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepahiang. Hal ini  setelah terjadinya kerusakan saluran irigasi primer yang terjadi di Desa Batu Kalung sehingga sekitar 70 Ha areal persawahan warga setempat terancam kekeringan. Indikasinya, penyebab kejadian itu akibat kelalaian PPA yang ditugaskan menjaga pintu air irigasi tersebut.

“Kerusakan saluran irigasi bukan hanya disebabkan karena bencana longsor, tetapi juga disebabkan kelalaian PPA yang bertugas. Ini yang harus menjadi pembelajaran semua pihak,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepahiang, Nahar Ali.

Menurutnya, akibat longsor secara otomatis air tidak mengalir sempurna, disisi lain pada waktu itu debit air meningkat sementara pintu airnya tidak dibuka sehingga akhirnya dorongan debit air yang besar tersebut menyebabkan irigasi primer jebol sedemikian parah. Ironisnya pada saat itu, petugasnya tidak ada ditempat. Menurutnya, kalau saja pada waktu itu PPA yang diketahui bukan warga Batu Kalung segera membuka pintu air, besar kemungkinan kerusakan tersebut tidak akan terjadi. Kalau PPA bukan warga desa itu pasti untuk kesana saja membutuhkan waktu. “Dengan begitu kita mendesak agar Dinas PU segera menggantikan PPA irigasi itu setidak-tidaknya warga setempat, kalau memang tidak bisa maka kedepannya anggaran honor PPA itu tidak akan kita setujui,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III Firdaus SH mengatakan hal senada terkait PPA yang sudah selayaknya digantikan oleh Dinas PU dengan warga setempat. Sehingga pengawasan pintu air bisa lebih maksimal dan dapat mencegah terjadinya hal serupa.

“Kita tidak bisa menampikkan dalam inspeksi mendadak (Sidak) lalu salah satu penyebab irigasi jebol ada faktor kelalaian PPA, Maka dari itu ada baiknya PPA digantikan dengan warga setempat oleh Dinas PU agar kinerjanya maksimal,” singkat Firdaus.(505)