Komisi I Temui Kapolda

pertemuan komisi IGADING CEMPAKA, BE – Angka kriminalitas di Provinsi Bengkulu meningkat tajam dan cukup mengkahawatirkan. Bahkan nama Bengkulu yang dulu dikenal sebagai daerah cukup kondusif, kini sudah berubah menjadi daerah rawan kriminal. Mulai dari kriminal murni, tindak pidana khusus, konflik agraria, hingga masalah tapal batas Bengkulu-Sumatera Barat.

Begitu juga kasus di PUT (Padang Ulak Tanding) masih mengkhawatirkan bagi para pengguna jalan yang melintasi disana. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu. Menyikapi tingginya angka kriminalitas ini kemarin Anggota DPRD Komisi I sengaja mendatangi dan melakukan pertemuan dengan Kapolda Brigjend Pol Drs AJ Benny Mokalu,SH beserta para pejabat utama Polda Bengkulu.

Rombongan dari komisi I ini diketuai oleh  Edi Ismawan. Ia datang bersama anggota Komisi I lainnya seperti, Inzani Muhammad, Diana Komena, Sis Rahman, Sukmanneri dan Muslihan DS. Dalam pertemuan ini  para wakil rakyat ini meminta langkah rill Kapolda dan jajarannya menuntaskan tindak kriminalitas di daerah ini.

“Titik rawan di Bengkulu cukup banyak. Untuk itu kita sangat mengharapkan peran kepolisian menuntaskan kasus tersebut. Berbagai aspirasi dari masyarakat sudah kita serap, dan masalah keamanan ini kita serahkan ke Polda sepenuhnya,” ungkap Ketua Komisi I, Edi Ismawan dalam pertemuan kemarin.

Politisi Demokrat ini juga mengakui masalah keamanan di wilayah Bengkulu, tidak bisa dituntaskan dalam waktu singkat.  Untuk itu ia mengharapkan berbagai masalah tersebut kedepan dibahas kembali secara mendalam. Terutama  masalah tapal batas, sangat penting dituntaskan.

Dalam peretemuan itu, masing-masing anggota komisi I juga menyampaikan pendapatnya. Mulai dari perselingkuhan anggota dewan, serta permasaahan nomadanisme penduduk Kaur. Karena banyak warga tidak memiliki tempat tinggal. Kondisi ini  juga dikhawatirkan bisa mengakibatkan tindak kriminalitas.

Menanggapi pernyataan para anggota dewan itu, Kapolda Benny Mokalu menegaskan  jajarannya terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Bengkulu. Dengan menginstruksikan seluruh Polres di Kapbupaten/Kota bekerja lebih maksimal. Khusus untuk masalah tapal batas Mukomuko-Pesisir Selatan, tim gabungan dari Kemndagri juga segera turun menuntaskannya.

“Kita koordinasikan dengan Kapolres setempat. Untuk masalah Binduriang ini, sudah cukup aman. Kita melihat tidak hanya masyarakat setempat yang terlibat, sehingga butuh perbaikan nama. Selain itu pos penjaagaan sudah kita bangun dengan forum kemitraan polisi dan masyarakat. Hal ini ini juga sudah disetujui oleh Pak Bupati setempat,” ungkapnya. (160)