Komisi I: Realisasi DAK Pendidikan Mengecewakan

BINTUHAN, BE– Hasil sidak yang dilakukan anggota Komisi I DPRD Kaur, terhadap kualitas proyek DAK pendidikan tahun 2012 mengecewakan. Terdapat 3 sekolah yang dikunjungi, baru dikerjakan antara 50- 60 persen. Adapula yang hampir rampung, tapi hasilnya sangat mengecewakan kualitasnya. “Kita sudah melakukan kunjungan terutama SD 7 Maje terdapat banyak keganjalan dalam pengerjaan DAK,” ujar Ketua Komisi I Herlian Muchrim ST didampingi Anggota Ahmad Kudsi usai sidak dibeberapa SD, kemarin.

Pembangunan SDN 4 Maje seharusnya  selesai 31 Oktober, tapi karena rekening mati pencairan  ditunda.  Sehingga saat ini pengerjaan SDN 04 Maje diperpanjang hingga Desember mendatang.  Kemudian,  SDN 07 Maje disana ditemukan tidak sesuai dengan kontrak kerja, proyek DAK harus selesai 120 hari kerja.  “Kemudian juga kayu yang digunakan seharusnya kayu kelas II, namun yang digunakan untuk jendela kayu yang biasa untuk ngecor, jelas hal ini menyalahi,” jelas Herlian.

Kemudian bukan SDN 07 saja yang menjadi persoalan, seperti SDN 04 Tebing Rambutan juga demikian, namun persoalanya dana DAK dicairkan molor dari Diknas Pendidikan, lantaran ada campur tangan pihak Diknas sehingga terkesan dana itu bukan swkelola padahal aturanya swakelola. “Jika demikian maka lihat saja, masih ada sekolah yang dibangun baru sekitar 50 persen. Pembangunan beberapa SD ini tidak akan selesai sampai akhir bulan ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ahmad Kudsi menjelaskan jika demikian maka proyek DAK yang dilakukan ini. Jelas sangat mengecewakan karena banyaknya indikasi asal-asalan dalam pengerjaan DAK terutama di SDN 04 Tebing rambutan, karena molornya anggaran kemudian pengerjaanya juga tidak sesuai dengan gambar. “Kita akan evaluasi dengan memanggil Kadispenbud dan PPTK DAK untuk menjelaskan baik itu keterlambatan serta juga mekanisme penyaluran dana DAK swakelola atau Dinas yang mengelola,” jelasnya.

Sekretaris Dispenbud KH Sidarmin Tetap MPd mengatakan bahwa pengerjaan DAK itu swakelola. Kemudian banyak belum selesai bangunan tersebut, lantaran karena musim hujan sehingga memang agak terlambat. “Namun pihaknya tetap optimis bahwa pengerjaan DAK akan tercapai dengan baik, memang saat ini masih proses pengerjaan,” jelasnya.(823)