Kolam Senilai Rp 625 Juta Jebol

BINTUHAN,BE- Pembangunan kolam ikan sebanyak 2 buah oleh Dinas Perikanan dan Keluatan (DKP) Kaur, yang menelan dana APBD  Rp 625 juta masih kurang optimal. Buktinya kolam yang sudah mencapai 100 persen pengerjaanya, ternyata belum bisa menampung air dalam kolam tersebut.

Satu unit kolam yang berukuran 20×60 meter terdapat didinding kolam tersebut ambruk. Hingga kini pihak DKP menyatakan bahwa kolam tersebut, yang dibangun dilokasi Taman Benika roboh karena tidak bisa menampung air dari luar. Sehingga membuat kekuatan bangunan kolam itu hancur.

“Kita sudah melakukan pengecekan kemarin memang diduga banyaknya ir karena musim hujan  tersebut, disamping itu juga belum adanya pembuangan saluran air, sehingga jika ada hujan  maka hampir semua air ngumpul dalam kolam tersebut,” ujar Kepala DKP Kaur Ir Yetminson  melalui Sekretaris DKP Ir Sapto Mugianto SPi, kemarin.

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak konsultan dan rekanan untuk segera memperbaiki, karena pengerjaan kolam tesrebut masih dalam pemeiliharaan. Disamping itu juga walaupun sudah mencapai 100 persen, namun penciaran anggaran belum dilakukan 100 persen. Sehingga masih tanggung jawab pihak rekanan. “Kita minta dalam waktu dua hari ini pembangunan kolam itu harus selesai, karena jika tidak  maka pihaknya akan menegur konsultan dan rekanan,” jelasnya.

Terpisah,  Sekretaris Komisi III  DPRD Kaur H Sonuhdi SE mengatakan cukup  mustahil jika kolam untuk menampung air bisa jebol, pihaknya menduga pengerjaan itu asal jadi.  Kemudian juga diduga adanya pengurangan volume pengerjaan jika dilihat hanya untuk  menampung air saja sudah runtuh jelas adanya pengurangan. “Kolam itu dibangun untuk menampung air, makanya pembangunan didinding harus kuat dan  kokoh. Namun karena kena air hujan sedikit sudah hancur jelas hal itu perlu dievaluasi,”  jelasnya.

Sementara itu, kerusakan kolam itu sangat parah karena satu kolam itu hampir dua sudut didinding yang berkuran 20 meter roboh semua. “Kita bisa lihat dan mengkaji bersama-samalah karena jika air hujan ataupun belum ada aliran pembuangan, setidaknya pondasi didinding itu harus kuat. Karena kolam itu gunanya untuk menampung air makaya harus kuat,” ungkapnya.(823)