Kodim RL Gelar Salat Istisqa


ARY/BE – Salat Istisqa atau salat minta hujan yang dilaksanakan di halaman Makodim 0409/Rejang Lebong Kamis (19/9) kemarin.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Kodim 0409/Rejang Lebong menggelar Salat Istisqa di halaman Makodim 0409/Rejang Lebong, Kamis (19/9) kemarin. Salat Istisqa atau salat minta hujan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Rejang Lebong, Kapolres Rejang Lebong, Kajari Rejang Lebong serta sejumlah pejabat dari berbagai dinas instansi serta kesatuan yang ada di Rejang Lebong.

Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf Sigit Purwoko SE mengungkapkan Salat Istisqa yang dilaksanakan kemarin untuk berdoa kepada Allah SWT, agar Allah bisa menurunkan hujan di seluruh tanah air, sehingga menurut Dandim bencana kabut asap yang saat ini melanda sejumlah daerah seperti di Riau, Jambi dan sejumlah daerah di Kalimantan bisa segera berakhir termasuk di Kabupaten Rejang Lebong sendiri. Karena menurut Dandim, di Kabupaten Rejang Lebong juga terjadi kebakaran hutan dan lahan, meskipun skalanya masih kecil dan bisa langsung diatasi.

“Hari ini, kita berdoa bersama agar bencana asap ini bisa segera berlalu, karena ini juga menyangkut integritas bangsa kita, jangan sampai kita dianggap negara lain tidak mampu mengendalikan asap ini,” tambah Dandim.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan, kegiatan Salat Istisqo kemarin menurutnya merupakan bagian dari usaha yang dilakukan Kodim 0409/Rejang Lebong bersama sejumlah pihak terkait lainnya dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Dimana menurut Dandim usaha lain yang dilakukan Kodim 0409/Rejang Lebong bersama pihak lainnya adalah dengan melakukan kegiatan pemadaman bila terjadi kebakaran lahan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan. “Selain usaha kita dilapangan dengan melakukan penanggulangan dan pencegahan, Salat Istisqo ini juga merupakan bagian dari usaha kita dalam menanggulangi Karhutla, karena semakin sering berdoa, maka akan semakin bagus,” paparnya.

Sementara itu, imam sekaligus khatib Salat Istisqa Ustadz Firdaus SAg dalam khutbahnya menjelaskan bahwa kemarau panjang, huru hara yang terjadi di beberapa tempat, penyakit busung lapar merosotnya nilai tukar rupiah hingga hancurnya generasi muda karena obat-obatan setan hal tersebut dikarena oleh ulah manusia sendiri sama seperti yang dilakukan dan dialami oleh kaum-kaum terdahulu.”Diantara sebab ditahannya hujan turun ke bumi dikarenakan sebagian masyarakat enggan untuk membayar zakat,” sampai khatib.



Oleh karena itu, agar kemarau panjang yang saat ini terjadi tidak berkepanjangan, khatib mengajak ratusan warga yang mengikuti Salat Istisqa kemarin untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah serta memohon ampun kepada-Nya. “Kita bermohon kepada Allah agar turunnya hujan dibumi ini menjadi anugerah bagi kita dan jangan turunnya hujan malah menjadikan bencana bagi kita, mari kita berdoa kepada Allah agar Allah turunkan hujan di negeri tercinta ini,” ajak Firdaus.

Sementara itu, Wakil Bupati Rejang Lebong, H Iqbal Bastari SPd MM dalam kesempatan tersebut kembali mengingatkan masyarakat Rejang Lebong untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, sehingga tidak menimbulkan bencana Kabakaran hutan dan lahan maupun bencana asap. “Kita mengharapkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” pesan Wabup. (251)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*