Kode Etik Jurnalistik Harus Ditanamkan Di Tengah Arus Erosi Informasi

Foto Hendrik/ BE – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu Zacky Antoni, SH. MH, dalam pelatihan kode etik PWI Bengkulu, Selasa (4/5).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Ditengah arus erosi atau banjir informasi di dunia digital saat ini, kode etik jurnalistik harus ditanamkan oleh wartawan dan media untuk menyampaikan pemberitaan secara benar. Hal itu ditegaskan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkulu Zacky Antoni, SH. MH, dalam pelatihan kode etik PWI Bengkulu, Selasa (4/5).

“Kita harapkan pelatihan kode detik ini, ketika nantinya teman-teman wartawan praktek terjun langsung ke lapangan, betul-betul mematuhi kondisi. Tidak ada lagi alasan untuk tidak memahami kode etik dalam pemberitaannya,” kata Zacky, Selasa (4/5).

Zacky mengatakan, kode etik itu bukan hanya sekedar dibaca dan diketahui. Yang lebih penting itu, dipahami dan diimplementasikan serta diamalkan seorang wartawan ketika menjalankan tugas-tugas di lapangan.

“Karena pertumbuhan media cyber itu begitu banyak sekarang ini, oleh karena itu nanti akan kita memberikan pedoman dan pemahaman pemberitaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, terlebih saat ini budaya copy paste atau plagiat, mengklaim karya orang lain sangat marak terjadi. Maka, setelah pelatihan ini nantinya diharapkan tidak terjadi, serta wartawan di Bengkulu lebih profesional.

Sementara ini, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bengkulu Jaduliawan mengapresiasi kepada kawan-kawan PWI Provinsi Bengkulu yang berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kemampuan kawan-kawan jurnalis.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat meningkatkan apa kinerja para jurnalis. Tentu ini dampak akhirnya juga adalah bagaimana dapat menghasilkan berita yang produktif untuk masyarakat,” tutupnya. (HBN)