KNPI: Banyak Pengangguran, Pemuda Harus Bersuara

KARANG TINGGI, BE– Memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada tanggal 28 Oktober kemarin, Komite Nasional Pemuda Indonesaia (KNPI) selaku organisasi pemuda buka suara. KNPI memandang masih lemahnya sikap pemerintah dalam mengatasi pengangguran di Bengkulu Tengah, problem utama kalangan pemuda saat ini.

KNPI menilai perlu ada gebrakan dan terobosan dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. Karena menurut lembaga ini pemudalah yang bisa diharapkan menggerakkan pembangunan dan kemajuan suatu daerah kedepan. Dalam hal ini pemuda harus bersuara dan diberdayakan.

Ketua KNPI Benteng Tarmizi, menandaskan perlu ada pelatihan yang digalakkan pemerintah untuk mengatasi pengangguran. Sejauh ini pelatihan itu tidak ada sama sekali. Sehingga potensi yang dimiliki pemuda acap terbengkalai. Imbasnya pemuda tak bisa memainkan peranannnya dalam pembangunan.

“Apa sih terobosan pemerintah dalam mengatasi pengangguran di Bengkulu Tengah, sejauh ini belum ada, kami mengharapkan itu dan menunggu adanya terobosan. Pelatihan atau semacamnya untuk meningkatkan kemampuan pemuda,” kata Ketua KNPI, Tarmizi memperingati hari sumpah pemuda kemarin, di halaman kantor Bupati Bengkulu Tengah.

Tarmizi menjelaskan,peran pemuda seperti dikebiri, pemuda kurang bersuaran dan kurang maksimal memainkan perannya. Padahal di pundak pemudalah akses kemajuan daerah dipertaruhkan. Untuk konteks Bengkulu Tengah sendiri,  kata Tarmizi mayoritas daerahnya terisolir.

Warganya pun jarang melek akses pengetahuan dan informasi. Dipastikan jarang ada inovasi yang muncul dari masyarakat. Karenanya pemerintah melalui dinas terkait perlu memaksimalkan potensi pemuda. Sehingga tidak menjadi parasit, namun justru menjadi pembaharu bagi daerahnya.

Dalam moment Hari Sumpah Pemuda ini, Tarmizi berharap peran pemuda dalam pembangunan lebih maksimal. Pemuda juga harus memberi masukan dan koreksi pada pemerintah, agar tercipta kemajuan daerah. (122)