Klaim BPJS Kesehatan Rp 13 Miliar

Foto: IST

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Dalam setahun anggaran biaya kesehatan di Kabupaten Kepahiang mencapai Rp 13 miliar. Jumlah tersebut jadi tanggungan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berdasarkan klaim RSUD, Puskesmas, serta pelayanan kesehatan lainnya yang menjalin kerjasama dengan BPJS.

Kepala BPJS Kesehatan Kepahiang Melisa Ripka A menjelaskan, total dana Rp 13 miliar itu kebutuhan untuk Kabupaten Kepahiang, namun Melisa tidak menjelaskan secara rinci mengenai dana terhimpun di BPJS Kesehatan baik melalui PBI APBD, APBN maupun jalur mandiri. “Kalau rincian itu kita tidak bisa, karena penerimaan itu langsung dari pusat,” ujar Melisa.

Ia hanya menjelaskan bila BPJS Kesehatan PBI dari APBD Kabupaten Kepahiang untuk 2019 anggarannya sebesar Rp 3,9 miliar. Dana yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang itu, untuk menanggung BPJS Kesehatan 14. 000 masyarakat dengan fasilitas kesehatan (Faskes) kelas III.

“Pada 2019, anggaran BPJS Kesehatan yang ditanggung APBD sebesar Rp 3,9 miliar untuk 14 ribu peserta,” tutur Melisa.

Lebih lanjut, Melisa menuturkan, pada 2020 anggaran akan lebih besar lagi bila jumlah peserta BPJS PBI APBD tetap seperti 2019. “Hitunggan kita, anggaran dibutuhkan mencapai Rp 7,9 miliar bila angkanya tetap 14 ribu. Kalau anggaran tetap sama seperti 2019 (Rp 3,9 miliar) maka hanya cukup untuk 7 ribu peserta,” ungkap Melisa.

Kepala Dinas Kesehatan Tajri Fauzan SKM MSi mengatakan, bila alokasi dana BPJS Kesehatan tahun 2020 diusulkan sebesar RP 4 miliar. Anggaran itu sudah masuk dalam rancangan APBD 2020 yang saat ini tengah dalam pembahasan.  “Dinas Kesehatan itu, anggaran Rp 10 miliar. Rp 4 miliar sudah untuk PBJS,” sebut Tajri.

Menurutnya, bila tidak ada penambahan dana untuk BPJS Kesehatan di APBD murni 2020, maka solusi yang dapat dilakukan dengan memangkas jumlah peserta BPJS PBI APBD hingga separoh dari jumlah ditahun ini.  “Ya, cukupnya untuk 7 ribu peserta. Bisa jadi dikurangi jumlah pesertanya karena harus disesuaikan dengan anggaran,” ucapnya.

Apabila dana BPJS Kesehatan di APBD murni 2020 disetujui sebesar Rp 4 miliar. Tentunya Dinkes berpeluang untuk mengajukan tambahan pada APBD Perubahan tahun depan. Sehingga kebutuhan dana sebesar Rp 7,9 miliar dapat terpenuhi dan jumlah yang ditanggung APBD bisa tetap mencapai 14 ribu peserta. (320)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*