KKP Gelar Aksi Bersih Pantai

Rektor Unihaz lengan biru dan Kepala Balai Karantina membersihkan sampah (2)
REWA/Bengkulu Ekspress
Rektor Universitas Dr Hazairin, Dr Ir Yulfiperius MSi dan Kepala BKIPMKHP Provinsi Bengkulu, Ardinan Pribadi SSt Pi MPi serta Kapten Laut (P) Pas Ops Lanal Bengkulu, Dedi Junaidi saat membersihkan Pantai Panjang Kota Bengkulu, Minggu (19/8).

Sampah Plastik Problem Dunia

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Persoalan sampah sudah meresahkan, Indonesia bahkan masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai penghasil sampah plastik ke Laut setelah Tiongkok. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMKHP) Bengkulu dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu melakukan aksi bersih pantai.

Kepala BKIPMKHP Provinsi Bengkulu, Ardinan Pribadi SSt Pi MPi mengatakan, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia, KKP menggelar aksi bersih pantai di 73 titik perairan Indonesia secara serentak pada 19 Agustus 2018. Khusus di Provinsi Bengkulu, kegiatan ini dipusatkan di Pantai Panjang Kota Bengkulu, Pantai Linau Kabupaten Kaur, dan Pulau Tikus.

“Sebanyak 350 peserta mengikuti kegiatan ini, kita membersihkan sampah plastik karena tidak terurai sehingga jika di makan biota laut akan menyebabkan kematian pada ikan,” kata Ardian, usai kegiatan bersih pantai di Pantai Panjang Kota Bengkulu, kemarin (19/8).

Ia menjelaskan bahaya sampah plastik yang tersebar di perairan Indonesia selain dapat membahayakan ikan juga dapat merusak ekosistem yang ada dilaut serta mencemari perairan laut indonesia karena sampah plastik tidak bisa terurai. “Karena sifatnya sekali pakai, tidak dapat terurai, tidak bernilai tinggi ketika didaur ulang, maka plastik sekali pakai ini dibuang saja dan berakhir ke sungai hingga muaranya akan mencemari laut,” terang Ardian.

Ardian mengatakan bahaya sampah plastik di laut adalah mencemarkan ikan-ikan di laut. Plastik mengandung mikroplastik yang berbahaya untuk kesehatan ikan-ikan di laut. Jika sampah plastik tidak dikurangi, itu bisa berdampak berkurangnya ikan-ikan di laut karena mati terkena mikroplastik. “Kita lihat sendiri apa dampaknya di Indonesia. Ada ikan yang ketika dibelah perutnya itu isinya sampah plastik,” jelas Ardian.

Pihaknya berharap tidak hanya di Bengkulu, masyarakat seluruh Indonesia harus selalu membuang sampah pada tempatnya dan bukan ke laut. Sebuah usaha secara global terkait penanganan sampah plastik adalah bagaimana caranya menyadarkan masyarakat untuk peduli terhadap dampak buruk dari sampah plastik. “Kita bersama-sama harus menjaga lingkungan khususnya laut dari sampah plastik,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal ST melalui Kabid Pengelolaan Ruang Laut, Ir Sabrawati mengatakan, pihaknya selalu menggelar aksi kebersihan pantai setiap tahunnya. Aksi bersih pantai dan laut ini adalah untuk mengajak generasi muda mempelopori untuk selalu menjaga lingkungan laut. “Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga lingkungan laut,” kata Sabrawati.

Hal tersebut juga diamini oleh Rektor Universitas Prof Dr Hazairin SH (Unihaz), Dr Ir Yulfiperius MSi mengatakan, dengan bersama-sama menjaga laut, maka dapat memaksimalkan potensi yang ada dilaut secara optimal. Lebih lagi potensi tersebut sangat besar mengingat Bengkulu memiliki garis pantai yang cukup panjang. Untuk itu, masyarakat harus menjaga sumberdaya hayati dilaut dengan tidak mencemari laut. “Bersih-bersih laut dan Pantai kalau bukan kita siapa lagi, kita harus selalu menjaga laut Bengkulu,” tukasnya.

Selain melakukan aksi bersih pantai, DKP Provinsi Bengkulu pada kesempatan yang sama juga melepaskan sekitar 100 ekor tukik hijau dan lekang. Ratusan tukik tersebut merupakan hasil pembenihan yang dilakukan masyarakat di wilayah Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Pelepasan tukik dilakukan guna menjaga keberlangsungan satwa dilindungi ini dari kepunahan. “Kami melepaskan tukik ini agar keberadaan penyu di Bengkulu tetap ada dan tidak punah,” kata Kabid Pengelolaan Ruang Laut DKP Provinsi Bengkulu, Ir Sabrawati.

Selain melepaskan tukik, juga dilakukan aksi menghadap kelaut dengan saling bergandengan tangan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri. Aksi ini merupakan bentuk ucapan terimakasih kepada laut Indonesia yang telah memberikan banyak anugrah berupa ikan dan hasil laut lainnya.(999)