KKN di Bengkulu, Mahasiswa UMY Bantu Kembangkan UMKM 

BENGKULU, bengkuluekspress.com – KKN Reguler IT Kelompok 177 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang digelar sejak 1 Agustus hingga 1 September 2020 lalu di Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu,  ikut membantu mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kecamatan tersebut.

Ketua KKN UMY, Hafes Abdul Nazer mengungkapkan, dalam KNN tersebut, mereka terdiri dari 6 orang mahasiswa aktif UMY berasal dari berbagai prodi, yaitu Kevin Okta (Teknik Mesin), Setyohadi (Teknik Mesin), Rifkhi Ade (Kedokteran Gigi), Rika Dwiaprinia (Farmasi), Hafes Abdul Nazer (Ilmu Pemerintahan) dan Riki Saputra (Ilmu Hukum). Kemudian ada 1 dosen pembimbing lapangan yaitu Dr.Ir. Nur Rahmawati.,MP (Dosen Pertanian).

Hafes menambahkan, UMKM tempat mereka KKN itu adalah toko JN Crispy yang berbahan dasar olahan ikan milik Ibu Juniati. Mereka sengaja memilih JN Cryspy karena toko itu menjual oleh-oleh makanan khas Bengkulu yang bisa dipasarkan ke luar daerah.

“Kami memilih UMKM toko JN Crispy sebagai mitra dikarenakan toko JN ini menjual oleh-oleh makanan khas Bengkulu. Sehingga dengan adanya KKN 177 di sini kami dapat membantu penjualan ataupun yang dibutuhkan oleh mitra kami, juga dapat mengenalkannya ke kawan-kawan kami yang ada di UMY,” ujar Hafes.

Program kerja dari KKN 177 yang telah terealisasi di toko JN Crispy yaitu, pembuatan akun Instagram, pembuatan banner dan penyediaan mesin giling.

“Pembuatan akun Instagram ini sebagai wadah promosi dan penjualan, lalu untuk pembuatan banner itu sebagai identitas dari toko JN Crispy itu sendiri. Nah, untuk penyediaan mesin giling ini, sebelumnya Ibu Jun menggiling ikan di pasar yang tentunya mengeluarkan modal lebih, sehingga dengan penyediaan mesin giling ini kegiatan produksi bisa lebih terbantu,” jelas Hafes.

Sementara Ibu Juniarti mengaku sangat terbantu oleh kegiatan mahasiswa KKN tersebut. “Saya sangat merasa terbantu dengan adanya mahasiswa KKN di tempat kami. Terlebih dibantunya penyediaan mesin giling ini saya bisa mengerjakan proses produksi lebih efektif dan efisien sehingga uang yang tadinya digunakan untuk menggiling ikan di pasar bisa saya gunakan untuk yang lain. Ya tentunya, saya sangat berterimakasih dengan anak-anak,” ujarnya senang.

Kembali ke Hafes, mereka memang diarahkan dosen pembimbing mereka untuk melaksanakan KKN yang bermanfaat langsung ke masyarakat di lokasi KKN. “Ibu Nur selaku dosen pembiming lapangan dari awal juga mengarahkan kepada kami agar dapat memberikan program kerja positif yang manfaatnya terasa dalam jangka waktu yang lama, oleh sebab itu kami berinisiatif untuk menyediakan mesin giling tersebut,” kata Hafes.

Di toko JN Crispy menjual makanan yang lagi ngehits yaitu kerupuk bakso goreng (basreng) berbahan dasar ikan dengan berbagai macam varian. Makanan ini bisa dibeli langsung di toko JN Crispy, Jalan Sungai Hitam No. 23, Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Benteng. Atau bisa diorder di shopee dengan keyword juniatiiju/basreng ikan Uni JN.(rilis)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*