Kios Terbakar Harus Segera Direhab

KOTA MANNA, BE – Ketua DPRD Bengkulu Selatan, Susman Hadi SP MM meminta Pemkab BS tidak terlalu lama membiarkan kios yang terbakar beberapa waktu lalu, terbengkalai.
Susman menyarankan Pemkab BS segera menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk merehab 20 kios yang terbakar tersebut. “Saya kira Pemda tidak bisa membiarkan terlalu lama kondisi kios yang sudah hangus itu. Pemkab harus segera melakukan tindakan tanggap darurat dengan merehab bangunan kios,”  saran politisi Golkar itu.
Menurut Susman, jika kios itu tidak cepat diperbaiki, maka akan memberikan dampak kepada para pedagang yang tempatnya sudah terbakar karena sudah tidak bisa lagi berjualan.
Dengan adanya bantuan pemda, kata Susman, para pedagang itu bisa secepatnya berjualan. “Kami berharap warga tidak terlalu menganggur, jika kios sudah direhab, maka pedagang dapat segera berjualan kembali, ” harapnya.
Sementara Ketua Komisi A DPRD BS, Dodi Martian Shut menambahkan, Pemda juga harus segera melakukan pembelian mobil pemadam kebakaran (PBK). Apalagi dalam APBD 2013 lalu, DPRD sudah menyetujui anggaran dana sebesar Rp 2 M, dengan rincian Rp 1,2 M untuk membeli 1 unit mobil PBK baru dan Rp 800 ribu untuk perbaikan 2 unit mobil PBK lama. Jjika mobil PBK sudah tiga unit ditambah lagi, petugas PBK dilatih secara khusus, maka akibat kebakaran tidak akan terlalu parah. “Coba kalau saat kebakaran itu dana untuk mobil PBK sudah direalisasikan maka saya yakin tidak semua kios akan hangus terbakar,” ujar Dodi .
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi BS, Drs Ahmad Saputro MM menyatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan untuk melakukan rehab ke-20 kios yang terbakar itu. Pihaknya merencanakan untuk menggunakan dana BTT karena penggunaan dana itu mendapat persetujuan dari Sekkab BS.
“Kami akan merehab kios itu. Untuk sumber dananya akan kami upayakan dari BTT, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini rehab sudah dapat direalisasikan, ” ucapnya.
Di sisi lain setelah kios terbakar, kemarin pedagang sayuran berjualan di depan bangunan kios itu. “Saya sudah minta izin kepada pemilik kios untuk berjualan di depan kiosnya, namun jika pemilik kios akan berjualan lagi, maka sayapun akan pindah, ” ujar Lili, pedagang sayur.(369).