Kinerja PDAM Disorot

Juwita Astuti saat menyampaikan pandangan fraksi AKN dalam paripurna DPRD Rejang Lebong dengan agenda pandangan fraksi atas RAPBD Rejang Lebong 2020. Dalam pandangan fraksi tersebut, sejumlah fraksi DPRD RL menyoroto kinerja PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Menyikapi keluhan masyarakat atas penyediaan air bersih yang dilakukan PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong, sejumlah fraksi di DPRD Rejang Lebong menyoroti kinerja yang dilakukan PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong dalam beberapa tahun terakhir.

Sorotan terhadap kinerja yang dilakukan oleh PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong tersebut disampaikan sejumlah fraksi dalam rapat paripurna DPRD Rejang Lebong dengan agenda pandangan fraksi terhadap RAPBD Kabupaten Rejang Lebong tahun 2020.

Sorotan terhadap kinerja PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong tersebut disampaikan oleh Fraksi Golkar melalui juru bicaranya Wahono SP.

Dalam menyampaikan pandangan fraksi, Fraksi Golkar mempertanyakan kinerja PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong karena beberapa daerah di Kabupaten Rejang Lebong tidak mendapat pasokan air bersih dari PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong terutama di kawasan Kecamatan Padang Ulak Tanding. Dimana untuk Kecamatan Padang Ulak Tanding sudah terjadi sejak bulan Mei lalu.



“Padahal di daerah kita air sangat melimpah, belum lagi masalah sumber air dari Desa Air Apo yang justru untuk menyuplai kebutuhan air bersih di Kota Lubuklinggau,” paparnya.

Terkait dengan sumber air yang digunakan PDAM Kota Lubuklinggau, Wahono mengaku beberapa waktu lalu DPRD Rejang Lebong sudah memfasilitas pertemuan dan menggelar hearing dengan PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong namun menurutnya belum juga membuahkan hasil.

Kemudian menurut Wahono, selain putusnya pasokan air bersih untuk Kecamatan PUT, Wahono mengaku akhir-akhir ini pasokan air untuk sejumlah kecamatan terutama di Kawasan Kota Curup juga mulai mengalami kendala, padahal menurutnya selama ini pasokan air bersih dari PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong untuk sejumlah kecamatan di kawasan Kota Curup tak bermasalah.

Senada dengan yang disampaikan Wahono, juru bicara dari fraksi PDI Perjuangan Destiansyah juga mempertanyakan status dari MoU dengan PDAM Kota Lubuklinggau sehingga bisa mengambil dari daerah Desa Air Apo.

Bahkan pasca penutupan pipa pengontrol di Desa Muara Telita oleh PDAM Lubuklinggau masyarakat di Kawasan Kecamatan PUT harus mengalami kerisis air bersih selama beberapa bulan terakhir.

“Akibat kekurangan air bersih, saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan air siring bahkan sungai yang tidak layak untuk dikonsumsi,” paparnya.

Selain masalah di Kecamatan PUT, menurut Destiansyah pasokan air bersih yang bersumber dari sumber PDAM di Kelurahan Kesambe Paru juga tidak mengalir ke rumah-rumah warga. Atas sejumlah permasalah tersebut, Fraksi PDI Perjuangan meminta bupati Rejang Lebong untuk mengevaluasi kinerja dari Direktur PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong.

Masalah yang terjadi di PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong juga disoroti oleh Fraksi Amanat Keadilan Nasional melalui juru bicaranya Juwita Astusi SIP.

Dalam penyampaian pandangan fraksi Juwita meminta Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melakukan evaluasi terhadap manajemen PDAM Tirta Dharma Rejang Lebong atas banyaknya keluhan masyarakat karena tidak mendapatkan pasokan air bersih.

Dimana menurut Juwita, selain di kawasan Kecamatan Padang Ulak Tanding, kendala suplai air bersih juga dirasakan masyarkat Curup Utara dan Curup Selatan.

Atas permasalah tersebut Juwita meminta Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk segera menangani permasalah tersebut karena menurutnya Kabupaten Rejang Lebong memiliki sumber mata air yang melimpah.”Jangan sampai dengan permasalah yang ada di PDAM Rejang Lebong ini kita sama dengan pepatah bebek berenang mati kehausan,” sampai Juwita. (251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*