Khatib Masjid Raya: Ortu Hendaknya jadi Teladan, Bukan Pesaing Anak Remaja

Khatib Idul Adha di Masjid Raya Baitul Izzah, Said Hasan SH MH menegaskan orang tua hendaknya dapat menjadi teladan bagi anak-anak remajanya, begitu juga dengan anak-anak di lingkungannya.  Hal ini penting untuk menekan kenakalan remaja yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

”Remaja kita saat ini semakin nakal. Data survei yang digelar di 7 provinsi dengan melibatkan 4500 remaja sebagai responden di tahun 2007 mendapati bahwa 63% remaja yang saat itu masih duduk di SMP dan SMA ternyata telah melakukan hubungan badan dengan pasangannya.  Belum lagi angka tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa, pelajar terlibat narkoba dan jenis kenakalan remaja lainnya,” ungkap khatib yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pengadilan Tingga Agama Provinsi Bengkulu ini.

Menurut khatib, orang tua harus mampu menjadi idola putra-putrinya. ”Sebagai orang tua jangan menjadi pesaing anak remajanya dalam bermaksiat.  Remajanya pacaran, orang tuanya selingkuh dengan teman anaknya.  Bila hal ini terjadi, maka orang tualah yang menjadi teladan buruk putra-putrinya. dan jangan salahkan jika putra-putri kita semakin nakal dan semakin rusak,” tandasnya dihadapan ribuan jemaah Idul Adha yang menjalankan sholat Idul Adha di halaman dan pelataran Masjid Raya Baitul izzah, Jumat (26/10).

Melalui perayaan Idul Adha, mari kita teladani Nabi Ismail.  Ismail merupakan remaja teladan dan hendaknya dapat menjadi teladan bagi kalangan generasi muda saat ini. ”Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah figur muslim sejati, keduanya siap berkurban untuk Allah. keduanya terbebas dari cinta dunia. Khusus Nabi Ismail, ia merupakan figur remaja yang ikhlas. Saat akan disembelih oleh ayahnya atas perintah Allah, ia berserah diri kepada Yang Kuasa.  Ia persilahkan ayahnya, Nabi Ibrahim menyembelihnya dan ini merupakan keikhlasan yang sepenuhnya ikhlas, hanya karena Allah.  Ismail merupakan teladan anak yang sholeh,” tuturnya.

Sebagai penerus Nabi Ibrahim dan nabi Ismail, mari kita teladani keduanya, baik dengan mengikuti dan menteladani akhlak kedunya, maupun dengan melaksanakan pemotongan kurban mencontoh ibadahnya.  ”kurban harus dilandasi niat yang tulus, jangan takabur. Kurban yang diterima adalah kurban yang semata-mata karena Allah,” ungkap sang khatib.

Sebelumnya, jemaah mengikuti sholat idul Adha, jam 07.00 WIB. Tampil sebagai imam adalah imam masjid Baitul Izzah, Fuad Muzakir, Lc MH.(**)