Keunikan Dibalik Keindahan Danau Nibung

danau

Kabupaten Mukomuko, terdapat banyak objek wisata. Salah satunya Danau Nibung yang menjadi andalan di daerah tersebut. Danau yang terletak di perbatasan wilayah Kecamatan Kota Mukomuko, dengan Kecamatan Air Majunto.  Jarak tempuh dari pusat perkantoran Pemda Mukomuko, menuju danau itu sekitar 3 kilometer. Berbagai keunikan dari danau tersebut. Berikut laporan singkatnya.
===================
BUDI HARTONO,

Mukomuko
===================
Banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai keunikan danau Nibung yang berada di Kabupaten Mukomuko. Danau itu ada dengan sendirinya, tanpa ada buatan tangan dari manusia. Keunikan danau itu, saat hujan dan kemarau, debit airnya tidak pernah berubah dan tidak pernah kekeringan.  Meski dikelilingi pepohonan yang lebat, tidak terlihat ranting atau dedaunan yang jatuh kedalamnya hingga permukaan airnya tetap terlihat jernih dan bersih dari sampah. Danau itu juga seperti bentuk bintang. Masing- masing daratan itu masyarakat menyebutnya  culo atau teluk. Yakni, dinamakaan Culo Nibung, Renas, Tanah Kuning dan Sarang Kuaw. Dinamakannya  Danau Nibung, dikarenakan disekitar danau itu  banyak pohon Nibung.  Hanya saja danau yang menarik itu , kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Bahkan, danau yang terkenal bersih, sudah banyak dikotori dengan berbagai sampah yang dibuang oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.
Informasi dari masyarakat, di danau itu ada yang pernah meliht terowongan. Hanya saja, sejauh ini belum ada pihak manapun yang bisa membuktikan keberadaan terowongan tersebut.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Mukomuko, Yanzuri melalui Kabid Pariwisata , Safuan didampingi Staf, Yanto menyampaikan, ada atau tidaknya terowongan di danau itu belum dapat dipastikan. “ Hanya orang – orang tertentu saja yang bisa melihatnya. Itupun informasi harus dilakukan penggalian lebih jauh.  Keberadaan danau itu belum banyak adanya cerita – cerita dari masyarakat sekitar,” katanya.
Danau itu, kata Yanto, sudah masuk dalam prioritas pengembangan wisata. Hanya saja, jajarannya belum dapat berbuat banyak. Dikarenakan belum tersedianya anggaran.
“Untuk konsep hingga master plannya sudah kita siapkan.  Butuh anggaran  miliaran rupiah. Anggaran yang ada saat ini hanya untuk promosi,  itupun sangat terbatas. Termasuk halnya dengan potensi wisata lainnya belum dapat dijadikan sebagai sumber PAD, akibat belum adanya fasilitas yang dibangun pemerintah,” ucapnya. (**)