Ketua TP PKK Bengkulu: Hari Kartini Motivasi Kaum Perempuan Membangun Daerah

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Pada peringatan Hari Kartini 2019 ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bengkulu, Derta Wahyulin Rohidin, mengharapkan peringatan Hari Kartini yang setiap tahun dilaksanakan bisa menjadi motivasi bagi kaum perempuan, khususnya di Provinsi Bengkulu. Semangat kaum perempuan Bengkulu untuk memajukan daerahnya. Peringatan Hari Kartini ke-140 di Provinsi Bengkulu tersebut, digelar di Gedung Balai Raya Semarak, Rabu (24/4/19).

“Kita sebagai kaum perempuan harus menunjukkan berbagai kreasi, karya, maupun prestasi. Namun hendaknya tidak melupakan kodratnya yang memiliki tugas utama sebagai isteri dan sebagai seorang ibu di keluarga,” kata Derta dalam sambutannya

Dilanjutkan Istri orang nomor 1 di Bengkulu itu, kita bangga dengan para kartini di Provinsi Bengkulu. Seperti halnya tadi, dengan penampilan kreativitas ibu-ibu organisasi perangkat daerah (OPD) dari PKK yang memainkan alat musik tradisonal Bengkulu, saat pembukaan acara peringatan Hari Kartini tersebut. Itu menunjukan salah satu bukti keberhasilan emansipasi wanita yang dilakukan RA Kartini.

“Kartini masa kini merupakan refleksi semangat Kartini masa lalu. Tentunya dengan dedikasi dan cinta terhadap keluarga, merupakan suatu manifestasi yang harus diimplementasikan seorang perempuan sebagai ibu,” pungkasnya.

Dalam sambutannya Gubernur Bengkulu, Dr Rohidin Mersyah melalui Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti menuturkan, dalam menyambut hari kartini 2019, Gubernur Bengkulu, memberikam apresiasi kepada para Kartini yang ada di Bengkulu.

Dikatakan Nopian, seminggu yang lalu Gubernur Bengkulu, telah melantik 4 kartini Bengkulu menduduki posisi Pejabat Tinggi Pratama (JPT) atau eselon ll. Hal itu kado dalam peringatan Kartini. Untuk mendorong meningkatkan karya bakti bagi pembangunan Provinsi Bengkulu.”Sebelumnya hanya 4 orang pejabat perempuan yang menduduki jabatan eselon ll, sekarang sudah bertambah. Coba jika tidak ada perjuangan Kartini mana bisa perempuan saat ini menduduki jabatan tersebut,” tandasnya.

Namun menapaki itu semua, masih banyak Kartini kecil dalam usia sekolah sudah menikah. Kartini kecil yang diusia 14 tahun sudah menikah banyak terjadi di berbagai desa di Provinsi Bengkulu.”Hal itu menjadi tantangan kita semua untuk memperjuangkannya bersama,” tuturnya.

Negara sudah memberikan kesempatan yang sama bagi para Kartini di Indonesia. Figur RA Kartini didaulat bagi perempuan di Indonesia sebagai simbol perjuangan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kesetaraan gender pada masanya. (HBN)