Ketua STAIN Curup Dituntut Mundur

CURUP, BE – Puluhan mahasiswa STAIN Curup gabungan dari beberapa organisasi kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), LDK Kerohanian, DPM-MPM, Kamis (18/10) sekitar pukul 09.15 WIB kemarin melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat STAIN.

Aksi tersebut dilakukan, untuk memprotes berbagai kebijakan kampus yang dinilai merugikan mahasiswa. Setidaknya ada belasan tuntutan mahasiswa terhadap para pemangku kebijakan di kampus Islam tersebut, diantaranya mempertanyakan kejelasan penggelolaan dana abadi dan dana POM yang berasal dari iuran mahasiswa, dan dana kesehatan mahasiswa.

“Sampai saat ini, mahasiswa yang sakit bahkan di infus sekalipun, menggunakan dana pribadi.   Mana dana kesehatan yang kami bayar ke pihak kampus, benar kawan-kawan?” tanya orator aksi Doni Apriansyah, di hadapan para pengunjuk rasa.

Mahasiswa juga mempertanyakan kejelasan biaya praktikum, gelar jurusan syariah, pengelolaan lokasi parkir dan tanggung jawab pihak kampus terhadap

keamanan kendaraan mahasiswa dari pencurian kendaraan bermotor, janji pihak kampus untuk mendirikan Rusunawa dan dana hibah pembangunan masjid.

  “Nyatanya itu hanya janji-janji manis Ketua STAIN saja kawan-kawan, pada saat pemilihan Ketua STAIN Curup agar kembali terpilih kembali untuk
kedua kalinya,” tegas Doni lagi.

Mahasiswa juga menuntut status akreditasi beberapa jurusan di kampus tersebut yang tidak jelas seperti jurusan D3 Komputer dan S1 Bimbingan

Konseling, kejelasan pemotongan pajak mahasiswa penerima beasiswa, kepustakaan mahasiswa, serta terlalu seringnya pejabat kampus keluar di tempat menggunakan fasilitas dinas.

“Kami ingin bertemu Ketua STAIN, jika tidak, kami akan terus demo setiap hari. Atau kami akan membacakan Surah Yaasin untuk Ketua STAIN Curup. Jika tidak mampu Ketua STAIN Curup lebih baik mundur saja,” tegas para pendemo.

Sayangnya, para pendemo gagal bertemu dengan Ketua STAIN Curup Budi Kisworo, dan sejumlah pejabat Pembantu Ketua. Mahasiswa bahkan sempat memaksa menduduki gedung rektorat.

Hanya saja aksi tersebut dicegah Satpam Kampus, dan kesediaan Pembantu Ketua I Sugianto yang bersedia menerima aspirasi mahasiswa.

“Perlu kami jelaskan, ketua bukan tidak ingin menemui pendemo, karena bukan direkayasa saat ini beliau sedang sakit dan dirawat di rumah sakit, begitu juga dengan Pembantu Ketua yang lain sedang menjenguk mertuanya yang meninggal dan ada tugas keluar daerah,” terang Sugianto.

Kepada para pendemo, Sugianto berjanji akan menyampaikan berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa kepada pimpinan STAIN Curup, untuk ditindaklanjuti. “InsyaAllah jika Ketua STAIN sudah ada di kampus, akan kami sampaikan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sekalian,” terang Sugianto kepada para pendemo.

Merasa kecewa tidak bisa menyampaikan langsung berbagai tuntutan kepada Ketua STAIN Curup, para pendemo berjanji akan melakukan aksi unjuk rasa setiap hari hingga tuntutan mereka didengar.   Pantauan wartawan, dalam menggelar aksinya, sejumlah mahasiswa menggunakan berbagai atribut untuk menyuarakan tutuntutan. Berbagai tuntutan disampaikan melalui karton dan kain putih.

Di bagian lain, orator terlihat bersemangat menyuarakan aspirasi pendemo dengan menggunakan pengeras suara. Aksi pendemo berakhir dengan pembakaran kardus minuman dan kertas yang berisi berbagai tuntutan di depan gedung rektorat kampus. (999)