Ketua DPRD Kota Salurkan Bantuan

MEDI/Bengkulu EkspressĀ Ketua DPRD kota, Baidari Citra Dewi SH bersama Waka II DPRD kota, Teuku Zulkarnain SE saat menyalurkan bantuan ke para korban banjir di Sukamerindu dan Tanjung Jaya, kemarin (29/4)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Musibah banjir yang merendam ratusan rumah mengundang perhatian dari Ketua DPRD Kota Bengkulu, Baidari Citra Dewi SH, kemarin (29/4). Sebagai bentuk kepeduliannya, Baidari bersama Wakil Ketua II DPRD kota, Teuku Zulkarnain SE turun langsung ke lapangan mengunjungi warga-warga yang berada di posko sekaligus menyerahkan bantuan sembako seperti beras, minyak goreng dan gula sebanyak 50 paket untuk dimanfaatkan oleh para korban banjir. “Kejadian banjir ini harus diperhatikan maka saya bersama Pak Waka II DPRD menyalurkan bantuan sembako untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir,” kata Baidari usai mengunjungi posko kelurahan Sukamerindu dan Tanjung Jaya.

Melihatnya besarnya kerugian yang dialami warga, pihaknya turut prihatin dan berharap agar bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para korban tersebut. “Dengan rasa syukur semuanya bisa kami lakukan, dan kebetulan juga kami berkesempatan bisa mengunjungi korban pada hari ini (kemarin,red) bertepatan sudah selesainya Pileg dan Pilpres,” jelas politisi Nasdem ini.

Sementara itu Waka II DPRD kota, Teuku Zulkarnain SE mengatakan bahwa selain bantuan sosial Pemerintah kota juga harus melakukan penanganan pasca banjir terutama dari segi infrastruktur. Untuk itu, dalam hal ini pihaknya kembali menawarkan kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah pembangunan waduk atau danau buatan dikawasan Tanjung Jaya dan Tanjung Agung. Hal ini dianggap sebagai solusi efektif untuk menanggulangi banjir, jika tidak segera direalisasikan maka selamanya masyarakat akan terus terkena dampak banjir menginggat kawasan tersebut berada di daerah aliran sungai dan dataran rendah.

“Ini persoalan resapan air yang tidak ada lagi. Kalau kita buat siring juga akan percuma karena saat ini sungai yang mengalir ke daratan. Maka solusinya danau buatan yang bisa menampung debit air sehingga bisa mencegah sungai itu meluap,” sampai Teuku.

Hanya saja rencana pembuatan waduk ini tak kunjung dilakukan karena warga setempat masih keberatan untuk menghibahkan sebagian lahannya. Sedangkan Pemkot tidak memiliki anggaran yang cukup untuk ganti rugi, sehingga pemkot hanya menunggu kesediaan masyarakat secara ikhlas untuk menyumbangkan lahan.

Untuk merealisasikan waduk itu lanjut Teuku, setidaknya dibutuhkan lahan 2-3 hektare, dan pemkot sudah mendapatkan dukungan dana dari pusat untuk pembangunan waduk tersebut. Jika nantinya waduk itu sudah jadi maka bisa dikelolah oleh masyarakat yang punya lahan, seperti pembudiyaan ikan air tawar, tempat wisata, kolam pemancingan dan lain-lain sehingga selain menanggulangi banjir waduk itu juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi warga setempat, dan kawasan Tanjung Jaya dan Tanjung Agung menjadi tujuan wisata baru di Kota Bengkulu. “Kalau sudah kejadian seperti ini mungkin masyarakat bisa melihat bahwa pentingnya dibangun waduk ini,” pungkasnya. (805/adv)