Ketua DPP HASMI: Mereka Bukan Anggota Kami

CITRA organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (Hasmi) mendadak tercoreng. Polri menuding Hasmi merupakan salah satu sel baru terorisme Tanah Air. Benarkan hal tersebut? Berikut petikan wawancara wartawan Radar Bogor (Grup JPNN), Usman Azis dengan Ketua DPP Hasmi, Dr M Sarbini, kemarin.

Sejak kapan Hasmi berdiri?

Hasmi berdiri sejak tahun 2008. Saya yang mendirikan dengan beberapa Ikhwan diantaranya, Ustad Saifuddin, Ustad Ali Maulida, Ustad Fatih, Ustad Herman.

Apa latarbelakang berdirinya Hasmi?

Kami semua sepakat dengan konsep jihad anti kekerasan. Kami semua sepakat dengan jihad namun sangat mengutuk jihad dengan membunuh banyak orang yang tidak berdosa. Sekarang banyak sekali oknum yang tidak bertanggungjawab, mengatasnamakan Islam untuk mengamini tindakan biadabnya yang melukai manusia. Sementara Islam tidak pernah mengajarkan untuk membenci kepada sesama apalagi melukai. Kami tidak anti Jihad, namun ketika Jihad sudah di salah artikan, maka hal tersebut menjadi persoalan. Sehingga Hasmi berdiri motivasinya adalah mendudukan hukum Islam pada porsi yang sebenar-benarnya.

Seperti apa pandangan Hasmi tentang Jihad?

Ruhul jihad dalam bekerja mempersyaratkan mobilisasi dan optimalisasi pemberdayaan segenap potensi di jalan Allah untuk kebaikan setiap orang. Ruhul mujahadah menuntut kesabaran dan kontinyuitas kerja, bahkan menuntut tingkat kesabaran ekstra yang mampu mengungguli kesabaran para pesaing. Semua itu didukung dengan ketekunan untuk murabathah, yakni pantang meninggalkan pekerjaan sebelum selesai (Ali Imran: 200).  Pada intinya, kami lebih melihat jihad pada tataran Subtansinya. Ruhul jihad menolak setiap bentuk ketidakcermatan dalam memanajemen waktu yang begitu berharga; ketidak profesionalan dalam mengelola sumber daya yang demikian mahal. Dengan tegas pula, ia menolak setiap perasaan dan sikap lemah, malas dan kurang serius, mengandalkan pada kemampuan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan, lebih-lebih mencatut prestasi orang lain sebagai hasil karyanya.  Dengan ruhul jihad, setiap muslim akan mampu mengukir prestasi dengan penuh kegairahan, kemudian secara pasti akan mengembalikan ‘izzah atau harga dirinya, sehingga disegani oleh umat lain.

Berapa jumlah anggota Hasmi saat ini?

Ya, sejak berdiri hingga saat ini, semua yang pernah menjadi anggota selalu terdata.
Yang tercatat dalam data kita mencapai 2500 orang.

Apakah 11 orang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 adalah anggota Hasmi? Kemudian apa yang anda lakukan menanggapi kabar itu?

Sampai saat ini kami tidak tahu sama sekali siapa mereka. Dan saya tegaskan, mereka semua bukanlah anggota Hasmi. Yang telah kami lakukan adalah rapat Internal, dan sudah kami cek, hasilnya, mereka bukanlah anggota Hasmi.

Terkait dengan dugaan Polri, apa sikap anda?

Kami tidak pernah menyalahkan sikap gegabah kepolisian. Namun ketika nanti tidak terbukti, maka kami minta Polri klarifikasi atas tuduhan tersebut. Dan ketika polisi tidak mau klarifikasi maka kami akan menggugat kepolisian melalui Dewan Pers.

Bagaimana jika kelak ke-11 terduga teroris itu mengaku anggota Hasmi?

Siapa saja bisa mengaku sebagai anggota kami. Tapi kami punya data dan semua data kami resmi dari surat menyurat sampai ke anggotaan. Dan kami pun komitmen dengan da’wah, sifat dakwah kami kongkret dan tidak abstrak yang pada akhirnya melahirkan beberapa pendapat yang berbeda. Sehingga, jika ada teroris mengaku-ngaku Hasmi, pastinya dia telah keluar dari komitmen da’wah yang telah kami buat.

Dalam peristiwa ini, apakah anda mencium unsur konspirasi untuk merusak nama baik Hasmi?

Saya tidak mau menuduh, namun saya melihat hal tersebut (penangkapan) bukanlah secara kebetulan muncul. Melainkan ada aktor yang di belakangnya. Untuk menjawab siapa orangnya, instansinya apa, saya belum bisa menyimpulkan saat ini.(*)