Ketika Siswa di Bengkulu Ikut Lomba IPTEK, Tampilkan Karya Unik, Berharap Diproduksi Massal

EKO/BE – Pelajar dari MTS Al Mujahadah Batuejung Kabupaten Mukomuko menampilkan teknologi pendeteksi gas bocor dalam lomba karya IPTEK di halaman Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (10/10).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menggelar lomba karya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tingkat pelajar dan mahasiswa. Banyak karya anak Bengkulu ditampilkan dalam lomba tersebut.

=EKO PUTRA MEMBARA – Kota Bengkulu=

Tuntutan serba praktis, membuat semua orang berfikir keras menciptakan inovasi. Upaya itu terus ditanamkan kepada generasi penerus bangsa. Mulai tingkat pelajar hingga kalangan mahasiswa.

Seperti yang diciptakan oleh pelajar dari MTS Al Mujahadah Batuejung Kabupaten Mukomuko. Modal bimbingan kakak asuh, palajar yang duduk di kelas VII dan VIII itu menciptakan teknologi pendeteksi gas bocor.

Alat yang terbilang sederhana itu mampu membuka regulator di tabung elpiji secara otomatis ketika mengalami kebocoran. Teknologi yang dibuat itu hanya membutuhkan alat pendukung, seperti power bank, kabel usb, baterai, perangkat pemasang kartu perdana dan komponen lainnya.

“Cara kerjanya, jika gasnyo bocor, maka alarm akan berbunyi. Secara otomatis regulator akan terlepas dari mulut gas elpiji,” terang Dhebdy Pradhitya sembari memperagakan cara kerja alat yang diciptakannya.
Lebih canggihnya lagi, ketika empat orang pelajar utusan dari Kabupaten Mukomuko yang ikut lomba IPTEK ini menjelaskan, alatnya tersebut mampu mengirimkan pesan SMS ke hendphone pemilik alat, ketika terjadi gas elpiji bocor.

Dhebdy mengatakan, untuk membuat alat tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. “Ada kakak kami dari Universitas Bengkulu (Unib) jurusan elektro yang membimbing. Jadi bisa kami buat alatnya secara cepat,” paparnya.

Soal menang kalah dalam lomba IPTEK itu, ia mengaku bukan jadi persolan. Karena kebanggan yang diraih itu bukan soal dapat juara, tapi mempu menciptakan teknologi yang belum pernah ada selama ini. Harapanya, ketika bisa disempurnakan, ternologi tersebut bisa diproduksi secara massal. Tentunya berguna untuk masyarakat. Sehingga potensi kebakaran yang disebabkanbocor gas elpiji tidak lagi terjadi.

“Baru pertama kami ikut lomba. Mudah-mudahan menang,” ujanya sambil tersenyum. Tidak hanya tu, masih banyak lagi teknologi yang diciptakan para pelajar dan mahasiswa. Dari penampilan SMA N 1 Rejang Lebong, mampu menciptakan sistem saluran irigasi pintar berbasis sustainabk energy.

Alat dengan dilengkapi teknologi listrik itu mampu membagi air ke wilayah tertentu secara berimbang. “Alat yang dibuat saat ini replika secara sederhana. Tugasnya membagi air hingga mengawasi distribusi air,” terang salah satu peserta, Dani Raihan.

Dani yang masih duduk di kelas X itu menjelaskan secara sederhana bahwa alat yang diciptakanya itu juga dilengkapi dengan energi surya. Tujuannya, ketika listrik padam, maka alat tersebut masih bisa bekerja.

“Ide ini mucul ketika di desa saya di Curup, pembagian air ke sawah tidak merata. Lalu saya berpikir dengan dibantu guru-guru, menciptakan alat ini. Walaupun memang belum sempurna,” tambahnya.

Menarik lagi, datang dari SMKN 3 Kabupaten Seluma. Pelajar yang dikomandoi oleh Andra Okta Virera itu membuat alat pendeteksi asap rokok.

Alat yang terbilang sederhana itu mempu menimbulkan suara alarm ketika, ada asap rokok yang masuk kedalam ruangan yang sudah dilengkapi sensor deteksi. Tidak hanya bunyi alarm, alat itu juga mengeluarkan suara manusia yang memperingati untuk tidak merokok dalam ruangan.

“Butuh waktu sekitar satu minggu untuk baut alat ini. Karena memang sebelumnya sudah dilakukan penelitian,” kata Andra.

Ide itu muncul bersama teman-temannya, menurut Andra ketika masih ada guru yang merokok diwilayah sekolah. Atas bimbingan guru dan sekolah yang dilengkapi alat laboratorium, dimanfaatkan para pelajar itu berinovasi membuat alat mendeteksi asap rokok.

“Kalau alat ini bisa sempurna, tentu bias dibuat lebih banyak. Kantor-kantor bisa dipasang, jadi tidak ada lagi orang merokok sembarangan,” paparnya.

Banyak teknologi yang diciptakan para pelajar dan mahasiswa itu, ada 68 jenis alat inovasi teknologi terbaru. Mulai alat pertanian, alat rumah tangga, alat penggiling kopi, inovasi bercocok tanam di wilayah gersang, hingga alat lainnya.

Asisten II Setdaprov Bengkulu, Yuliswan SE MM mengatakan, tujuan digelarnya lomba ini untuk menuntut pelajar dan mahasiswa membuat teknologi yang bisa dipakai, dalam menghadapi kemajuan zaman.

“Total pesertanya ada 202 orang, dengan jumlah teknologi yang diciptakan sebanyak 68 alat,” papar Yulis.  Semua teknologi yang dilombakan itu diberikan penilaian. Pemprov sudah menyiapkan hadiah total Rp 50 juta. Juara pertama Rp 10 juta, juara dua Rp 7,5 juta, juara tiga Rp 3,5 juta dan harapan satu sebesar Rp 2,5 juta. Masing-masing katagori, pelajar dan mahasiswa dibedakan juaranya. “Total hadiah kita siapkan Rp 50 juta,” paparnya.

Teknologi itu dilakukan penilaian orang tim juri dari dosen Universitas Bengkulu. Semua juri akan menilai dengan seksama. Siapa yang menjadi juara nantinya akan dibagikan tempat pada Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Bengkulu pada 18 November mendatang.

“Hadiahnya kita bagikan saat HUT nanti. Harapannya, pelajar dan mahasiswa kita bisa terus berinovasi, membuat teknologi yang baru terus. Sampai pada akhirnya, alat itu bisa diproduksi masal,” tutup Yulis. (**)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*