Ketika Demam Game Pokemon Go Landa Bengkulu

 Pokemon Go
Sehari Habiskan Bensin 3 Liter Demi Kejar Pokemon

DEMAM Pokemon Go telah melanda di seluruh penjuru wilayah dunia termasuk di Kota Bengkulu. Meski baru diluncurkan hari Rabu (6/7) yang lalu, game smartphone ini sudah mengubah gaya hidup sehari-hari. Pemain games rela berjalan ke tempat-tempat tertentu, berkunjung ke tempat yang baru, atau berhenti sejenak ketika sedang berkendara, hanya demi menangkap Pokemon.

Rizda Afini – Kota Bengkulu

Sejak Clash Of Clans (COC) padam, para pecinta game smartphone tentunya geram karena waktu bermainnya terganti dengan rutinitas harian yang membosankan. Namun dalam beberapa hari ini, warga Kota Bengkulu khususnya remaja tengah dirundung demam Pokemon (Pocket Monster). Game smartphone yang mengandalkan GPS (Global Positioning System) dan kamera ini seolah menyihir kehidupan mereka dengan sekejap. “Asik mainnya, gak bosan,” ucap Fahrizon (24), salah seorang remaja, yang tengah duduk asyik memainkan Pokemon Go digadgetnya sembari menaikkan kakinya di atas knalpot motor yang terparkir di di depannya.

Wajar saja game ini tidak membosankan, sebab permainan ini menuntut kita untuk selalu bergerak kesana kemari demi mendapatkan Pokemon. Bukan hanya itu, latar belakang tampilan game yang muncul adalah kondisi nyata yang ada di depan kamera smartphone. “Seolah-olah Pokemannya lari-lari di depan kita sendiri,” tambahnya. Ketika ada Pokemon di sekitar pemain, maka smartphone akan bergetar, lalu tangkap Pokemon tersebut dengan Pokebals. Pokeballs sendiri bisa dibeli atau dapatkan secara gratis degan check in di Pokestops di lokasi-lokasi tertentu seperti taman, tempat ibadah, air mancur dan semacamnya.

Bermain dengan berjalan-jalan di dunia nyata menangkap monster virtual yang menggemaskan seperti Pikachu dan Jigglypuff di tempat-tempat pemain berada dan melatih mereka untuk bertanding. Monster-monster ini pertama kali populer pada tahun 90-an ketika kartu-kartu permainan yang bergambar karakter kartun untuk ditukar sangat tenar saat zaman bermain di sekolah-sekolah jauh sebelum adanya Tamagotchi. Karena Indonesia merupakan salah satu negara yang belum masuk daftar rilis resmi game Pokemon Go ini, mahasiswa salah satu universitas swasta di Kota Bengkulu, jurusan Pendidikan Matematika semester akhir ini, mengaku mendownload file apk dan diinstall ke dalam androidnya.

Diterangkannya mendownload file apk dari situs selain Google Playstore memiliki potensi yang berbahaya. “Karena dari pihak ketiga, maka tidak ada yang bisa menjamin keamanan dari file apk sudah diambil,” ucapnya tanpa merubah mimik wajahnya yang tengah serius mengajari monster Pokemon bertarung.

Saat diunduhnya, game yang berukuran 500 megabyte (MB) ini agak lambat dibuka, namun setelah beberapa menit kemudian smartphonenya tidak pernah lepas dari genggaman tanggannya karena ketagihan bermain Pokemon.

Lain halnya dengan Jaka (20) yang sampai menghabiskan bensin 3 liter dalam sehari, hanya untuk mencari-cari titik strategis, dimana tempat monster tersebut muncul. Berawal dari personal message (PM) kontak BBM miliknya yang tengah ramai membicarakan game kartun berwarna kuning dengan pipi merah jambu ini, ia merasa penasaran dan segera mengunduh game sejuta umat ini di smartphone merk Asus. “Pertama gak ngerti, tapi lah main jadi candu,” katanya sambil tertawa dan memainkan gadgetnya. Minimal pemain sudah level 5 sebelum bisa mulai melakukannya.

Jaka menceritakan, pemain game ini harus berada di level lima, setelah itu begitu sedang mengakses gym (tempat Pokemon bertarung) ia bisa memilih untuk bergabung dengan kelompok apa. Pilihan yang tersedia sejauh ini adalah Valor (merah), Mystic (biru), dan Instinct (kuning). Jika sudah memenuhi persyaratan, lalu mencoba untuk mengambil alih gym, “Hati-hati pertarungan di Pokemon Go ganti-gantian,” ketus Jaka.

Pemain harus terus menyerang dengan menekan layar gadget. Kemudian, menghajar Pokemon penunggu gym hingga prestise gym habis. Setelahnya gym akan kosong dan ia bisa menempatkan Pokemon milikinya sendiri. Jaka mengaku rajin jalan kaki semenjak mencintai game ini, Pokemon Go memaksanya bergerak, mengeksplorasi lingkungan sekitar, demi mendapatkan Pokemon.

Tanpa disadari, pemain game ini diajak berolahraga, hal inipun diakui oleh remaja yang beralamat di Jalan WR Supratman Kecamatan Pematang Gubernur Kota Bengkulu ini. “Biasanya males kemana-mana, tapi sambil main ini jadi kayak petualang,” cetusnya.

Game Pokemon go yang bukan hanya digandrungi remaja Kota Bengkulu ini, tetapi juga yang sudah menikah, suka berada di kamar mandi. Karena kamar mandi sebagai salah satu tempat populer menangkap Pokemon.
Jaka menceritakan, saat ia tengah mengambil handuk di dalam kamar mandi dengan membawa gadgetnya tiba-tiba nada game berdering menandakan Pokemon sedang berada di sekitarnya.

Karena sebab itulah, saat ini ia selalu lama berada di dalam kamar mandi menunggu Pokemon datang. Kendati demikian, Pokemon tak hanya bersarang di kamar mandi. Mereka bisa ada di mana saja, termasuk tempat umum seperti mal, ruang kerja, tempat parkir, dan lain-lain.

Menemukan karakter Pokemon memang mengasyikkan, namun jika sampai lupa diri, malah akan mengundang masalah, bahkan bahaya. Seperti yang dialami oleh Nugroho Susanti (17), ia nyaris dilempar batu oleh orang tak dikenal saat dirinya tengah memainkan Pokemon di belakang rumah orang tersebut. “Untung bahu yang kena, bukan kepala,” akunya.

Keberadaan pemain mencari Pokemon Go ini dinilai meresahkan warga sekitar. Belum lagi pemain yang menangkap Pokemon sambil berkendara, khawatir bisa menimbulkan kecelakaan. Salah satu warga, Budi (43) mengaku, sejak kemarin beberapa remaja yang mondar mandir di depan warungnya sambil memperhatikan ponselnya. “Saya takut orang ngintai sambil ngajak kompolotan lainnya,” ungkapnya. Setelah ia memberanikan diri menegur orang yang dicurigainya, ternyata ia sedang sibuk memainkan game Pokemon. (**)