Keterbatasan Fisik Bukan Halangan

Yuyun Penjahit Lumpuh dari Batik Nau

Tampak : Yuyun penderita lumpuh tengah menjahit. RETU/BE
Tampak : Yuyun penderita lumpuh tengah menjahit.
RETU/BE

Meski memiliki kekurangan fisik, Yuyun (45) memiliki keterampilan yang belum tentu dimiliki oleh orang normal umumnya. Dibalik kecacatan fisiknya, ia mampu menjahit layaknya seorang penjahit yang profesional.
Prinsip seperti itulah yang dimiliki oleh wanita asal Bandung ini, yang sudah lima tahun menjadi warga Desa Samban Jaya Dusun Air Lakok Kecamatan Batik Nau. Cacat lum[uh yang dimiliki sejak 7 tahun lalu itu menjadikan dirinya kuat dan tegas menjalani hidup. Berikut kisahnya.

                                                                                                                                                                 

MARTI RETU KODBINANSI,

Batik Nau
                                                                                                                                                              

Hidup di rumah kecil dan serba kekurangan hanya berdindingkan papan yang tak memiliki sekat pembatas ruangan. Yuyun hidup berdua bersama sang ibu Rukmah (70) yang hanya berdiam diri di rumah karena kondisi yang sidah tua renta. Saat ini mereka tinggal menumpang di atas tanah milik orang lain karena merasa kasihan dengan kondisi mereka.

Yuyun dan ibunya berasal dari Pulau Jawa yang pergi merantau ke Bengkulu untuk mencari kehidupan yang lebih layak. Saat ini ia sudah terdaftar sebagai warga Kecamatan Batik Nau.

Meskipun dengan keterbatasan yang ada, Yuyun tidak pernah mengeluhkan kondisinya. Saat ini ia memiliki kesibukan yang mampu menghasilkan uang dengan menjahit, beternak ayam dan jual pulsa.”Memiliki kesibukan seperti ini, saya merasa menjadi orang yang bermakna karena saya tidak diam saja meskipun ke dua kaki saya lumpuh total. Walaupun penghasilan saya juga tidak menentu dan kadang-kadang tidak ada sama sekali, namun tetap harus disyukuri,” kata Yuyun.

Ia juga menceritakan bahwa kelumpuhan yang ia miliki tidak memiliki gejala apa-apa. Tiba-tiba ia merasa lemas dan lama-kelamaan tak dapat digerakkan lagi hingga mengalami kelumpuhan seperti yang dialaminya, Ketika diperiksa dokter, Yuyun menderita penyakit darah tinggi.

Dengan kondisi tersebut ia mengaku harus tetap semangat agar dapat tetap memenuhi kebutuhan hidup bersama sang ibu yang sudah tua. “Biasanya kalau ada pesanan untuk menjahit baru mendapatkan penghasilan,” ujar Yuyun.

Dengan kondisi tersebut, Yuyun dan keluarga sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan usahanya. Sebelumnya ia sudah mendapatkan bantuan mesin jahit dari Kemensos RI beberapa tahun lalu. “Saya ingin mengembangkan kemampuan menjahit dan butuh bimbingan dari pemerintah daerah,” tukasnya.(**)