Ketahanan Keluarga Tekan Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Anak dan PerempuanBENGKULU, bengkuluekspress.com – Program ketahanan keluarga sangat diperlukan guna menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A & PPKB) Provinsi Bengkulu, Foritha Ramadhani Wati usai membuka seminar Ketahanan Keluarga di Provinsi Bengkulu, Jumat (29/09/2017).

Menurutnya, program ketahanan keluarga dapat dimulai melalui sharing yang dilakukan oleh organisasi – organisasi perempuan dan anak.

“Dari hasil sharing nanti, pengurus organisasi – organisasi perempuan dan anak dapat menyampaikan tentang ketahanan keluarga pada pertemuan – pertemuan mulai dari tingat RT, RW, Desa dan Kelurahan di lingkungan masing – masing,” sampainya.

Ketahanan keluarga bukan hanya dari sisi ekonomi saja, namun juga dari sisi sosial, budaya, agama dan sisi lainnya.

“Kita berharap organisasi – organisasi perempuan seperti WCC, BKMT, BKW, PUPA, Muslimat NU dan organisasi lain yang anggotanya banyak dapat menciptakan keluarga yang berketahanan ekonomi, sosial, budaya dan agama, sehingga dapat menekan angka kekerasan terhadap anak,” tambahnya.

Ia meyakini keluarga yang memiliki ketahanan tersebut dapat menciptakan anak – anak yang berkualitas sebagai aset bangsa.

Perlu diketahui, dari data DP3A & PPKB dalam kurun Januari sampai dengan awal Agustus 2017 jumlah kekerasan kepada perempuan dan anak telah mencapai angka 266 kasus. (Dil)