Kesehatan Hewan Kurban Diperiksa

RUDI - Jelang Idul Adha, Distanakbunhut Kota Bengkulu melakukan pemeriksaan sapi. Dalam pemeriksaan ini, sapi yang dijual di 3 lokasi besar dinilai masih layak sebagai hewan kurban (2)
Foto : IST

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress – Guna memastikan daging hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Kaur layak konsumsi, Dinas Pertanian (Dispertan) Kaur akan melakukan pemeriksaan anti mortem (pra penyembelihan) dan post mortem (paska penyembelihan). Sehingga nanti ternak yang disembelih, sehat dagingnya dan layak dikonsumsi masyarakat.

”Kita telah menurunkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban, dan memberi tanda hewan yang sehat,” kata Kepala Dispertan Kaur, Nasrul Rahman SHut melalui Kabid Peternakan, Didi Yanipi S.Hut, beberapa hari lalu.

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan khusus terhadap hewan kurban di Kabupaten Kaur dilakukan oleh tim. Kegiatan itu sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu oleh pihaknya. Sejauh ini pihaknya belum menemukan hewan kurban yang terkena penyakit.
“Hewan kurban itu tidak hanya kita lakukan terhadap hewan yang ada di pasar atau di lapak dadakan, tetapi juga terhadap berbagai jenis hewan kurban di sejumlah kandang peternak,” terangnya.

Lanjutnya, setiap hewan kurban yang telah diperiksa dan dinilai sehat serta layak untuk kurban oleh tim itu dikalungi pin tanda hewan sehat teregistrasi dinas tersebut. Pemeriksaan ante mortem dan post mortem tersebut, menurutnya, lebih difokuskan untuk mengetahui pasti ada tidaknya jenis penyakit atau virus penyakit hewan yang bisa menular dan membahayakan terhadap manusia.

“Dari hasil pemeriksaan ante mortem yang kita lakukan sejak beberpa hari lalu, seluruhnya dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban,”ujarnya.

Ditambahkannya, terkait rencana pemeriksaan post mortem pada hari H Idul Adha, pihaknya menyatakan kegiatan itu tidak akan dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap hewan kurban. Dimana nanti akan dilakukan secara acak disejumlah tempat kegiatan penyembelihan hewan kurban. “Ini kita lakukan agar benar-benar hewan kurban itu layak dikosumsi masyarakat, jangan sampai nanti daging itu tidak layak kosumsi,” pungkas Didi.(618)