Kesederhanaan Helmi-Muslihan Daftar Pilgub, Diawali Salat Dhuha dan Yasinan, serta Tanpa Keramaian

 

Bakal Calon Gubernur dan wakil gubernur Helmi-Muslihan tidak melakukan deklarasi dan arak-arakan musik, namun mengajak seluruh timnya mengawali dengan melaksanakan salat dhuha bersama di masjid umar bin khatab kelurahan Cempaka Permai, serta melakukan doa bersama dan yasinan sebelum menuju KPU Provinsi Bengkulu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Proses pendaftaran Helmi Hasan dan Muslihan DS sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2020 ke KPU Provinsi Sabtu (5/9), penuh dengan kesederhanaan. Bahkan, sebagai hamba Allah yang sedang melakukan ikhtiar, Helmi-Muslihan justru tidak melakukan deklarasi dan arak-arakan musik, namun mengajak seluruh timnya mengawali dengan melaksanakan salat dhuha bersama di masjid umar bin khatab kelurahan Cempaka Permai, serta melakukan doa bersama dan yasinan.
Setelah membaca yasin, Helmi-Muslihan berseragam kemeja putih dan celana dasar hitam berangkat pada pukul 08.00WIB menuju ke KPU Provinsi tersebut juga tidak diikuti dengan keramaian massa baik tim maupun simpatisannya. Justru dengan hanya berdua ditemani ketua Partai dan LO, sedangkan masa pendukung tetap stanby di masjid dan tetap melakukan doa dan dzikir, agar proses pendaftaran tersebut mendapat ridho dari Allah SWT.


” Cukup beberapa orang saja yang menemani, dan tak perlu diangung-agungkan datang ke KPU. Saat ini kondisi warga sedang berduka diselimuti pandemi covid-19. Maka cukup doa dan zikir bersama di masjid,” ujar Helmi yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif 2020 itu.
Setiba di KPU Provinsi, Helmi-Muslihan yang menggunakan masker dan sarung tangan tersebut tampak akrab menyapa para komisioner, awak media, dan seluruh pihak lainnya yang telah menunggu kedatangannya untuk menyerahkan berkas pendaftaran.
Dan setelah dilakukan verifikasi oleh KPU, berkas/persyaratan yang diajukan langsung dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.
Sebagai rasa syukur kepada Allah, Helmi-Muslihan bersama beberapa timnya itu kembali lagi ke masjid dan melanjutkan doa bersama sebagai penutup agenda pendaftaran.
” Alhamdulilah semua berkas yang kita serahkan tadi di KPU dinyatakan lengkap. Terimkasih juga kita sudah didukung oleh tiga partai dan semoga ini menjadi langkah awal untuk meraih kemenangan,” ungkapnya.
Helmi yang sempat diisukan positif covid itu, sangat mengharapkan agar dalam nuansa pencalonan Gubernur ini tidak ada fitnah, caci-maki, serang-menyerang yang menimbul terpecah belah dan sebagainya. Melainkan harus dilalui dengan suka cita, dan saling mendoakan yang terbaik.


Dan ia akan menjadikan momentum Pilgub 2020 ini, untuk banyak-banyak membicarakan kebesaran Allah SWT. Karena, menurut Helmi, sesungguhnya siapapun yang menjadi wali kota, gubernur atau presiden sudah tertulis ditakdir Allah, baik berkampanye atau tidak berkampanye, berdebat atau tidak berdebat sehingga lalui proses ini tanpa gaduh, karena tujuan utama menjadi pemimpin untuk mensejahterakan rakyatnya, membangun negerinya bukan malah mempertontonkan ketidakbaikan, pertikaian dan hal buruk lainnya.

” Momentum pilkada ini adalah cara tercepat untuk mendekatkan diri kepada Allah, untuk mendapatkan pengampunan dari Allah,” tutur Helmi.
Walikota 2 periode yang telah membawa banyak perubahan di Kota Bengkulu melalui program-program pro rakyatnya itu juga bertekad untuk membawa perubahan untuk Provinsi Bengkulu.
Disampaikan Sekretaris DPW PAN, Dempo Xler yang ikut mendampingi pendaftaran ke KPU mengatakan niat Helmi-Muslihan untuk berjuang di Pilgub ini berangkat dari sebuah kerisauan untuk membenahi Bengkulu dalam berbagai bidang sendi kehidupan.
Visi-misi Helmi-Muslihan sudah sangat dimemikirkan tentang kesejahteraan, kebahagiaan dan religius, begitu juga dari sisi pembangunan infrastruktur yang saat ini baru dirasakan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
” Kami mengajak rakyat bersatu padu bergotong royong menangkan pilkada bersama Helmi-Muslihan agar rakyat selamat dari kemiskinan masa kelam Bengkulu, karena masyarakat harus bahagia,” tandas Dempo. (805)