Kesadaran, Masyarakat Rendah

ERICK/Bengkulu Ekspress MEROKOK: Salah seorang warga yang secara sembunyi-sembunyi merokok di kawasan RSUD Lebong yang merupakan kawasan bebas rokok.

Merokok di Kawasan RSUD

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Meski sosialisasi dan spanduk larangan merokok telah dipasang di beberapa sudut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong. Namun kesadaran warga Lebong untuk tidak merokok di kawasan RSUD masih rendah. Hal ini terlihat masih banyaknya masyarakat yang dengan sengaja merokok di area rumah sakit.

Baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam.Seperti yang dikatakan salah seorang warga Dian (45) mengatakan, bahwa jika memang melarang merokok di RS, maka pihak RS seharusnya bisa menyediakan di salah satu sudut RS untuk area merokok.“Kalo kami harus keluar dari RS, kami jalannya jauh,” ujarnya, kemarin (7/4).

Menyikapi hal tersebut, Direktur RSUD Kabupaten Lebong, dr Ari Afriawan menegaskan, bahwa selama ini pihaknya telah setiap hari melakukan sosialisasi kepada keluarga pasien agar tidak merokok di area RSUD. Akan tetapi mengubah prilaku masyarakat untuk tidak merokok di RSUD saat ini masih sangat susah.



“Saat ini sudah cukup banyak berkurang masyarakat yang merokok di kawasan RSUD. Hanya ada warga yang membandel dan merokoknya secara sembunyi-sembunyi dari petugas,” sampainya.

Sementara itu, adanya permohonan masyarakat agar pihak RS menyediakan ruangan area merokok, Ari menegaskan, bahwa hal tersebut tidak akan dilakukan. Karena area RS memang harus terbebas dari asap rokok.
“Jadi jika ada yang mau merokok, kami persilahkan ke luar area RS terlebih dahulu,” ucapnya.

Masih adanya masyarakat yang masih membandel merokok di area RS, pihaknya menyerahkan kepada pihak Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Dis Satpol PP) sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) untuk menerapkan kepada masyarakat yang masih melanggar. “Nanti kita akan meminta kepada Satpol PP jika diberlakukan denda, mungkin ada efek jeranya,” ucap Direktur RSUD Lebong.(614)