Kerusuhan Rutan, Cambuk Penegak Hukum

kenedi (1)

TERJADINYA kerusuhan hingga pembakaran Rumah tahanan (Rutan) Malabero Bengkulu pada Jumat (25/3) lalu, mendapat kecaman dari berbagai pihak. Pasalnya Rutan sebagai fasilitas atau lambang negara tersebut sudah diobrak-abrik oleh sendikat Narkoba. Pernyataan keras ini disampaikan oleh Anggota DPD RI, Ahmad Kenedi. Senator asal Bengkulu ini menegaskan bahwa kerusuhan hingga pembakaran Rutan harus ditindak tegas oleh penegak hukum.

“Ini merupakan cambukan untuk penegak hukum, karena sendikat narkoba sudah mulai memalukan lambang negara. Kita tidak boleh kalah dengan musih negara ini,” tegas Ahmad Kenedi yang akrap disapa Bang Ken ini kepada BE, kemarin.

Lanjutnya, Negara tidak boleh dikalahkan oleh sendikat narkoba sebagai musuh besar negara ini. Kerusuhan hingga pembakaran Rutan sudah menjadi salah satu bentuk perlawanan sendikat narkoba. Oleh karena itu, tangkap semua orang yang terlibat dalam kerusuhan dan tindak tegas semua pelakunya.

“Indikasi-indikasi yang ada harus cepat diselesaikan dan semua harus bergerak, baik BNN, Polri, TNI, Kemenkumham dan semua stakeholder yang ada,” ujarnya.

Bukan hanya itu, Bang Ken juga meminta agar gedung bersejarah peninggalan penjajah tersebut harus cepat dilakukan perbaikan. Sehingga semua tahanan dapat kembali menjalankan hukuman sesuia dengan ketantuan undang-undang yang berlaku.

“Kita Sudah laporkan masalah ini, dan memintak kepada pemerintah pusat untuk segera mengeluarkan anggaran demi melakukan perbaikan Rutan tersebut,” ungkap Bang Ken.

Disisi lain Anggota Komisi IX DPR RI, Hj Elva Hartati mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk kekurangan pejagaan oleh pihak keamanan. Sehingga dalam sistem keamannya kurang dapat diperketat.

“Sebagai contoh, tahanan ada yang memiliki hand phone (Hp), ini kan bentuk kelalaian petugas. Bukan hanya di Bengkulu, di tempat lain juga begitu. Artinya tahanan bisa mengakses dunia dan permasalah narkoba ini persoalan dunia,” beber Elva.

DPR RI Dapil Bengkulu ini juga mengungkapkan bahwa presiden akan memperkuat Badan Narkotika Nasiona (BNN) dalam melakukan pemberantasan narkoba. Apalagi presiden juga sudah menunjuk Komjen Budi Waseso atau Buwas sebagai kepala BNN. Dimana Buwas sendiri memiliki keyakinan dan komitmen tinggi untuk melakukan pembertasan peredaran narkoba.

“Peredaran narkoba harus dihentikan dan kejadian ini menjadi sebuah peringatan untuk diperbaiki dikemudian hari,” tandas Elva. (151)