Kerusakan Pasar Tanggung Jawab Kades

SERAH TERIMA : Kepala Disperindagkop Kabupaten Benteng, Dra. Hj. N. Yuhannah, didampingi Asisten II Pemkab Benteng, Iskandar Harun foto bersama usai penandatanganan berita acara serah terima bangunan pasar di Desa Karang Tinggi dan Desa Taba Lagan serta bangunan Sentra IKM di Desa Kembang Seri, Sabtu (20/1).
SERAH TERIMA : Kepala Disperindagkop Kabupaten Benteng, Dra. Hj. N. Yuhannah, didampingi Asisten II Pemkab Benteng, Iskandar Harun foto bersama usai penandatanganan berita acara serah terima bangunan pasar di Desa Karang Tinggi dan Desa Taba Lagan serta bangunan Sentra IKM di Desa Kembang Seri, Sabtu (20/1).

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Pembangunan 2 (dua) pasar di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) tahun 2018 ini akhirnya tuntas dan telah diserahkan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Meski begitu, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Benteng menekankan kepada masing-masing Kepala Desa (Kades) untuk bertanggung jawab penuh atas aset daerah itu.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Benteng, Dra. Hj. N. Yuhannah, MM menegaskan, pelimpahan tanggung jawab itu telah dituangkan dalam Berita Acara (BA) serah terima penggunaan bangunan pasar yang dikerjakan pada tahun 2017 lalu. Yakni Pasar Senin di Desa Taba Lagan Kecamatan Talang Empat dan Pasar Rabu di Desa Karang Tinggi Kecamatan Karang Tinggi.

“Pada tahun 2017 lalu, dua bangunan pasar telah dikerjakan. Serah terima penggunaan bangunan pasar kepada masing-masing Kades juga sudah dilakukan. Dalam kesepakatan, ditetapkan bahwa Kades diberi kewajiban untuk merawat dan memelihara bangunan pasar, mengatur pengelolaan distribusi sesuai Perda dan Perdes yang berlaku serta bertanggung jawab jika terjadi kerusakan,” tegas Yuhannah usai acara serah terima di kantor Disperindag, Sabtu (20/1) lalu.

Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Benteng ini menyebutkan, bahwa pada tahun lalu, pihaknya mendapatkan suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 2 Miliar untuk pembangunan pasar tradisional. Sesuai dengan perencanaan, pembangunan dilakukan di dua lokasi, yakni di Desa Taba Lagan senilai Rp. 1,7 Miliar untuk 8 item pekerjaan. Meliputi, 16 unit los terbuka, 8 unit los basah (tempat penjualan ikan dan daging), 5 unit los tertutup, kantor, WC, musala, menara air (tower) dan siring atau drainase sepanjang 228 meter.

Selanjutnya, pembangunan juga dilakukan pada lokasi pasar Rabu, Desa Karang Tinggi, Kecamatan Karang Tinggi senilai Rp. 388 Juta untuk pembangunan los terbuka.

“Alhamdulillah, anggaran sudah terserap semua,” singkatnya.

Selain bangunan pasar, kata dia, Disperindagkop Kabupaten Benteng juga melakukan serah terima penggunaan gedung sentra oleh-oleh di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat yang dibangun dengan menggunakan dana senilai Rp. 198 Juta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Benteng tahun 2017.

“Saat ini, sarana dan prasarana pada gedung sentra oleh-oleh belum siap. Sebab itulah, kebutuhan Sarana dan Prasarana (Sapras) akan kita anggarkan pada tahun 2018 ini tandasnya. Karena letaknya yang strategis, masyarakat luar Kabupaten Benteng bisa dengan mudah untuk membeli hasil karya UKM yang berasal dari berbagai UKM di Kabupaten Benteng,” tandasnya. (135)