Kerusakan Hutan Penyebab Bencana

=Foto Kades Rindu Hati, Sultan Mukhlis SH

Sultan Mukhlis : Waspadai Ilegal Loging

TABA PENANJUNG, Bengkulu Ekspress – Kerusakan hutan yang terjadi di wilayah hulu sungai tepatnya di Desa Rindu Hati, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) disebut sebagai penyebab terjadinya bencana banjir beberapa waktu lalu.

Kepala Desa (Kades) Rindu Hati, Sultan Mukhlis SH menegaskan, kerusakan hutan disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari aktivitas penambangan batu bara hinggga penebangan kayu di Bukit Endu Besar dan Bukit Endu Kecil.



“Bukit Endu merupakan hulu daerah aliran sungai (DAS) Rindu Hati dan merupakan cagar budaya. Kini, kawasan tersebut sudah mulai dirambah. Jika terus dibiarkan, kerusakan hutan akan semakin parah dan menimbulkan bencana lain,” ungkap Sultan Mukhlis.

Dari hasil penelusuran, sambung Sultan, aktivitas penebangan kayu atau ilegal loging tersebut dilakukan oleh pihak yang mengatasnamakan PT BMQ kubu Dinmar Najamudin dan Polda Bengkulu. Pengambilan kayu dari kawasan hutan awalnya direncanakan mencapai 600 meter kubik. Geram melihat apa yang terjadi, ia melayangkan surat penolakan eksploitasi atau penebangan kayu yang ditujukan kepada Gubernur Bengkulu.

Sayangnya, beber Sultan, surat yang disampaikan tak pernah digubris dan mendapat respon positif. Menurutnya, penghentian penebangan kayu dilakukan secara bersamaan dengan aktivitas penambangan batu bara oleh PT BMQ.
Kayu yang sudah terlanjur ditebang, kini dibiarkan di hutan dan tak diambil.

Sedangkan penambangan batu bara belum bisa dilakukan sembari menunggu penyelesaian konflik antara kedua belah pihak, yakni pihak BMQ kubu Nurul dan BMQ kubu Dinmar Najamudin. “Saat ini, penyelesaian konflik PT BMQ masih berlangsung. Jika terus dijadikan lahan konflik, kami akan usulkan agar aktivitas penambangan ditutup sementara. Sebab, kami tak ingin kawasan hutan di Taba Penanjung menjadi daerah konflik berkepanjangan,” pungkas Sultan.(135)