Kerusakan DAS Parah

BENGKULU, BE – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Budi Dharmawansyah mengatakan, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Provinsi Bengkulu, sudah sangat mengkhawatirkan.  Jika dibiarkan, maka akan mempercepat longsor dan abrasi sungai.  Sehingga akan berdampak buruk dan bisa menyebabkan bencana alam.

Menurut politisi Golkar ini, pada tahun 2011 lalu kementrian kehutanan menjelaskan ada 10 DAS yang menjadi prioritas di Bengkulu, yakni DAS Sugai Musi, Sungai Koto, Ketahun, Sungai, Manna, Padang Guci, Sungai Bengkulu, Sembayat dan sebagainya. Kondisi DASnya sangat mengkahawtirkan dan segera ditangani untuk diselamatkan. “Agar bisa mengambil kebijakan yang tepat dan penanganan yang benar, maka menyikapi kondisi ini perlu ada peraturan daerah yang mengatur pengelolaan DAS,”kata Budi.

Ia mengatakan, kerusakan DAS muncul akibat pemanfaatan sumber daya alam akibat pertambahan penduduk, perkembangan ekonomi, konflik kepentingan dan kurang  keterpaduan antar sektor. Kerusakan itu mengakibatkan bencana alam, krisis air, kekeringan dan tanah longsor.

Ia menambahkan, DAS digunakan untuk kepentingan kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan dan peternakan untuk kesejahteraan masyarakat Bengkulu.   Jika DAS  mengalami kerusakan, maka dipastikan semua sektor yang bergantung pada DAS juga terganggu.  “Berdasarkan pertimbangan tersebut, draf Raperda pengelolaan air sungai diharapkan dapat segera menjadi Raperda,” katanya. (100)