Keruk Waduk Dan Sungai, Jokowi Dipinjami Bank Dunia Rp 1,5 Triliun

Salah satu penyebab utama banjir di Jakarta adalah pendangkalan yang dialami sungai dan waduk. Kepala Bidang Tata Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Fahrurrozi mengatakan, saat ini Pemprov DKI tengah menyusun program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

“JEDI itu anggaran dari Bank Dunia untuk mengeruk sungai-sungai di DKI. Jadi beban JEDI itu tadinya itu termasuk Waduk Pluit,” kata Fahrurrozi, Minggu (27/1).

Dia mengatakan, sejumlah waduk masuk dalam program itu, yakni Waduk Sunter Utara, Waduk Sunter Selatan, Waduk Melati, dan Waduk Sunter Timur III.

“Tapi karena di Pluit itu banyak bangunan yang harus dibongkar, dulu Bank Dunia enggak setuju,” katanya.

Menurutnya, hal itu terjadi pada tahun 2010. Saat itu, Bank Dunia beralasan jika Waduk Pluit dikeruk pemukiman warga yang berada di sekitar waduk bisa ambles.

Namun, tahun ini Bank Dunia sudah setuju mengeluarkan anggaran. “Itu kalau dikeruk, bangunannya roboh dia nuntut, kan jadi ramai. Nah, makanya Bank Dunia enggak mau. Makanya proyek JEDI ini jadi empat waduk saja, kecuali Waduk Pluit. Nah, keempat waduk itu steril pemukiman,” jelas Rozi.

Selain waduk, program JEDI juga meliputi pengerukan sejumlah sungai di Jakarta. Sungai-sungai itu sebagian berada dalam kewenangan pemerintah pusat dan sebagian menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.

“Kewenangan pusat itu ada Cengkareng drain, Kali Sunter Yos Sudarso, Kali Sunter dari Perintis sampai Ngurah Rai, ada juga kali muaranya banjir kanal. Ada empat sungai besar yang ditangani Kementerian PU Sumber Daya Air,” jelasnya.

Dia menambahkan, kali lain yang ditangani Kementerian PU antara lain, Kali Tanjungan, Kali Cideng yang berada di Thamrin hingga Jalan Wahid Hasyim, Kali Angke yang berada di Pesing.

Menurutnya, Bank Dunia akan meminjamkan Rp 1,5 triliun untuk proyek tersebut. “Rp 1,5 trilliun sampai tahun 2017. Karena itu kan DKI pinjam, pusat juga pinjam. Sama-sama nyicil gitu. DKI USD 650 juta sekitar Rp 650 miliar,” jelasnya.

Saat ini realisasi pengerukan sungai dan waduk di Jakarta memasuki masa tender. “Ini kan lagi ditender,” tandasnya.(**)