Kerjasama PD Bimex dengan PT Pelindo II Belum Berkontribusi Bagi PAD

FOTO IST/BE – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Kota Bengkulu saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di PT. Pelindo ll Pelabuhan Pulau Baai, kota Bengkulu, Rabu (28/11).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, menyoroti kerjasama antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Bengkulu yakni PD Bimex dengan PT. Pelindo II terkait pengangkutan batubara di Pelabuhan Pulau Baai.

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Suimi Fales mengatakan, aktivitas ekonomi di Pelabuhan Pulau Baai selama ini ternyata tak memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bengkulu. Hal itu diketahui setelah anggota DPRD melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pelindo, Rabu (27/11).

“Kerjasama ini tidak memberikan dampak bagi kontribusi PAD Provinsi Bengkulu. Dari kerjasama ini, PD Bimex hanya menyumbang sekitar Rp15 juta per tahun untuk Pemprov Bengkulu,” ungkap Pria yang akrab disapa Wan Sui itu, kepada Bengkuluekspress.com, Kamis (28/11).

Mantan anggota DPRD Kota Bengkulu itu, meyakini ada yang janggal dari PAD yang disetorkan PD Bimex. Pasalnya, didalam kontrak antara PD Bimex dan PT Pelindo II menyebutkan PD Bimex mendapatkan sekitar Rp 4.500 dalam per ton batubara.

“Sementara batubara yang diangkut setiap tahunnya mencapai jutaan ton batubara. Sedangkan PAD yang dihasilkan hanya sekitar Rp15 juta per tahun. Itu tidak masuk akal,” jelasnya

Suimi menambahkan, Pemprov perlu menata kembali manajemen PD Bimex agar dalam kerjasama dengan PT. Pelindo II selanjutnya dapat menghasilkan PAD yang lebih besar. Terlebih bagusnya perlu ada Peraturan Daerah ,(Perda) untuk mengatur mengenai PAD dari aktivitas ekonomi di Pelabuhan Pulau Baai.(HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*