Kereta Api Beroperasi 2021: Lintasi 4 Kabupaten, Panjang Rel 168,2 KM

 

relBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pertumbuhaan investasi dalam peningkatan ekonomi Bengkulu tidak lepas dari moda transportasi memadai. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu terus mematangkan rencana pembangunan transportasi jenis Kerata Api, yang akan dibangun dari Kota Padang Rejang Lebong menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Pembangunan transportasi kereta api akan memakan anggaran Rp 11 triliun dari APBN itu, rencananya akan dimulia pembangunan fisik tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bengkulu, Ir Budi Djatmiko MM melalui Kepala Bidang Pengembangan Syafril SE MsTr mengatakan, transportasi kereta api itu siap dioperasikan pada tahun 2021 mendatang. “Targetnya, 2021 kereta api sudah bisa dioperasikan,” tegas Syafril kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (26/11).

Dipaparkannya, pembangunan transportasi kereta api memang membutuhkan waktu cukup lama. Recananya, titik awal pembangunan rel kereta api itu akan dimulai dari Kota Padang Kebupaten Rejang Lebong, menuju Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu. Rel kereta api dengan panjang 168,2 kilometer itu, akan dilalui kereta api yang panjang mencapai1,5 kilometer.

“Kereta api ini dilengkapi dengan gerbong barang cair, gerbong penumpang serta gerbong batu bara dengan total gerbong sebanyak 90 unit gerbong,” paparnya.

Rencana jalur rel kereta api memang cukup panjang 168,2 kilometer. Jalur itu akan melalui 4 kabupaten dengan luas rel kereta api 1.067 meter. Termasuk jembatan yang akan dibangun ada sebanyak 6 jembatan dengan ditompang satu trowongan panjang 973 meter di kawasan hutan Kebupaten Kepahiang. (lihat grafis). “Pembuatan terowongan tetap dilakukan, karena melalui wilayah gunung,” tambah Syafril.

Transportasi kereta api ini selain diprioritaskan untuk pengangkutan hasil pertambangan batu bara, juga difungsikan sebagai kereta penumpang. Sebab ada 5 stasiun yang akan dibangun untuk mengangkut dan penurunkan penumpang. Seperti di Kota Padang, Kepala Curup Rejang Lebong, Kepahiang, Talang Empat Benteng dan Betungan Kota Bengkulu.

“Jadi masyarakat juga bisa menggunakan transportasi kereta api ini. Tentu perjalanannya akan lebih cepat,” terangnya.

Rencana titik pembangunan rel kereta api oleh PT Trans Rentang Nusantara itu, masih akan diusulkan ke Kementerian Perhubungan RI. Ketika nantinya titik pembangunan tersebut disetujui, maka Pemprov Bengkulu akan mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub). Setalah itu maka proses lain, seperti izin, pembebasan lahan dan pembangunan fisik akan dilakukan. “Plt Gub sudah menyurati Kementerian Perhubungan, pada Selasa tanggal 28 November ini, akan dilakukan pembahasan di Kementeriaan,” terangnya.

Syafril menegaskan, sejauh ini proses perizinan terus dilakukan. Mengingat, ada hutan lindung yang akan dilakukan pinjam pakai. Hal itu perlu mendapatkan persetujuan dari Kementrian Kehutanan. Termasuk analisis dampak lingkungan (amdal) juga diperlukan sebagai acuan pembangunan rel kerata api tersebut. “Mudah-mudahan dalam proses izinnya tidak terlalu memakan waktu lama, sehingga pembangunan fisik segera dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ganeral Manajer (GM) PT Pelindo II Bengkulu, Drajat Sulistyo mengatakan, moda transportasi jalur kereta api yang akan dibangun tentu menciptakan integrasi untuk memotong jalur distribusi yang selama ini jadi masalah. Sehingga ekonomi Bengkuku diprediksi bakal meroket tinggi. “Pembangunan rel kereta api ini jelas akan mendongkrak ekonomi Bengkulu,” tegas Drajat.

Drajat menegaskan, PT Pelindo menjadi bagian dari penggerak perekonomian khusunya di Bengkulu. Untuk itu, rencana pembangunan rel kereta api yang bermuara di Pelabuhaan Pulau Baai, akan semakin mendukung menuju pelabuhaan internasional. Termasuk, upaya untuk membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dimotori oleh Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah telah menjadi pintu masuk bagi terbukanya ruang untuk mengembangkan investasi. “Semangat pak gubernur ini akan semakin membuka industri dan sektor ekonomi lainnya dan ujungnya akan memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat,” pungkasnya. (151)