Kerangkeng Dipasang, Buaya Masih Muncul

kerangkengBATIK NAU, BE – Buaya di sungai Bintunan masih saja menampaknya diri di pinggiran sungai untuk berjemur. Seperti halnya kemarin siang sekitar pukul 09.00 WIB, buaya kembali menampakan diri walaupun sudah dipasang satu kerangkeng oleh BKSDA provinsi Bengkulu untuk menangkapnya. Camat Batik Nau, Markisman SSTp mengatakan untuk menangkap buaya pakai kerangkeng membutuhkan waktu, meski sudah dicegah, di lokasi kerangkeng itu ditunggui oleh warga dan anak-anak, “Mana buaya mau terperangkap kalau kerangkeng ditunggui dan dilempari batu. Padahal kami sudah himbau jangan mendekati areal kerangkeng namun warga tak menghiraukannya. Jadi wajar saja untuk 24 jam buaya belum terperangkap,” papar Markisman.
Ia juga mengatakan oleh BKSDA akan dipantau dalam tiga atau empat hari ini, jika belum memungkinkan maka kerangkeng akan dipindahkan mengingat buaya tersebut juga pernah bermunculan di lokasi berbeda disepanjang sungai itu namun lokasi awal dipasang kerangkeng di lokasi buaya sering muncul yang disinyalir ada tiga buaya dan memindahkan kerangkeng itu membutuhkan 10 tenaga baru bisa diangkat.
Penangkapan buaya ini harus segera ditindak sebelum ada korban jiwa, apalagi ia pernah mendapatkan laporan kalau buaya itu pernah makan anak babi yang melintas dengan cara melempar seperti bola, situasi seperti inilah yang ditakuti warga sehingga untuk aktifitas disungai saat ini terhenti sejenak hingga ada kelanjutan perihal penangkapan buaya yang saat ini masih ditangani BKSDA Bengkulu.”Secepatnya buaya itu harus ditangkap agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya. (117)