Kepsek SDN 18 Ditarik ke Dikbud  

1. Dok/Bengkulu Ekspress Siswa SDN 18 Kota Bengkulu, sejak hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7), hanya bermain di luar ruangan kelas, karena guru mereka mogok mengajar. Para guru memprotes kebijakan kepala sekolah yang memutasi reka mereka sesama guru ke sekolah lain.
1. Dok/Bengkulu Ekspress
Siswa SDN 18 Kota Bengkulu, sejak hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7), hanya bermain di luar ruangan kelas, karena guru mereka mogok mengajar. Para guru memprotes kebijakan kepala sekolah yang memutasi reka mereka sesama guru ke sekolah lain.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pasca didemo para guru sejak hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7). Akhirnya, kemarin (19/7), Kepala Sekolah SDN 18 Kota Bengkulu, Frater Netti MM diberhentikan dari jabatannya. Dia  tarik menjadi pegawai dan mendapat pembinaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu.

Saat dikonfirmasi terkait pemberhentian jabatan Kepala SDN 18 ini, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu Firman Jonaidi SPd, tak membantah ataupun membenarkan. Ia hanya mengatakan, Kepala SDN 18 telah ditarik dari sekolahnya dan mulai kemarin sudah berkantor di Dinas Dikbud Kota Bengkulu.
“Kepsek sudah kita tarik ke Dikbud  untuk diberikan pembinaan,” ujar Firman Jonaidi.
Pembinaan terhadap kepsek SDN 18 Frater Netti ini tanpa batas waktu yang ditentukan. Uuntuk mengisi kekosongan jabatan, Dikbud telah menunjuk kepala sekolah sementara. Dinas Dikbud telah mengusulkan tiga nama untuk menjadi kepala sekolah sementara tersebut. Ketiga nama ini diusulkan pengawas, kepala sekolah lain dan guru senior yang dianggap cakap dan memiliki dedikasi yang tinggi sehingga sekolah yang dipimpin nantinya bisa berjalan dengan kondusif.
Sebelum kepala sekolah sementara ditetapkan, Dikbud telah menunjuk Pelaksana tugas harian (Plh) Kepala SDN 18, Juiskan, selaku pengawas pembina SDN 18.  Surat Keputusan (SK) pemberhentian Kepala SDN 18 itu telah dikeluarkan BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan) Kota Bengkulu. Sesuai dengan klausul jika ada kekeliruan dalam penerbitan SK, maka bisa diperbaharui. Untuk itu. penerbitan SK tersebut masih bisa dilakukan peninjauan kembali.
Disinggung mengenai nasib guru olahraga SDN 18 Eko Oktanti Kartini yang telah dimutasi kepala sekolah. Firman Jonaidi menuturkan, guru bersangkutan dikembalikan ke posisi semula, tetap mengajar di SDN 18. Karena memang SDN 18 kekurangan guru, begitu juga dengan sekolah lain.
Dengan telah digantinya Kepsek SDN 18 Fratter Netti ini, para guru SDN 18 menyatakan bersedia mengajar siswa mereka kembali. Siswa tidak akan lagi ditelantarkan di sekolah seperti saat mogok mengajar para guru berlangsung selama beberapa hari ini. (247)