Kepsek SD di Kota Bengkulu Banyak Pensiun, Jabatan Kepsek Dijabat Plh

Endang/BE
Serah terima jabatan (Sertijab) di SDN 66 Kota Bengkulu, Rabu (2/9). Kepala sekolah yang lama Gusminarti, telah pensiun dan posisinya digantikan oleh guru di sekolah itu juga, Kusnayati sebagai Plh kepala sekolah.

BENGKULU, BE – Saat ini kepala sekolah tingkat SD di Kota Bengkulu, banyak yang pensiun. Hal ini membuat SD banyak dipimpin pelaksana harian (Plh) kepala sekolah. Seperti serah terima jabatan (Sertijab) di SDN 66 Kota Bengkulu, Rabu (2/9). Kepala sekolah yang lama Gusminarti telah pensiun dan posisinya digantikan oleh guru di sekolah itu juga, Kusnayati sebagai Plh kepala sekolah. Prosesi sertijab itu dihadiri kepala bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Drs Zainal Azmi MTPd, Kasi pembinaan Sekolah Dasar (SD), pengawas pembina dan sejumlah staf tata usaha Disdik.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Drs Zainal Azmi MTPd menuturkan banyak kepala sekolah (Kepsek) memasuki masa pensiun, khususnya tingkat Sekolah Dasar.

“Jumlah guru, kepala sekolah dan pengawas yang pensiun tahun 2020 mencapai 120 orang, “ujarnya.

Disdik, kata Zainal Azmi, cukup kewalahan, karena sejumlah guru di kota Bengkulu belum banyak yang mengantongi Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS). Demi kelancaran kegiatan sekolah Disdik melakukan penunjukan Plh kepala sekolah, yang diangkat dari sekolah setempat. Itu artinya jabatan kepala sekolah defenitif akan banyak yang kosong atau diganti Plh.

Pergantian kepala sekolah juga berimbas pada kinerja guru. Pasalnya, biasanya yang diangkat menjadi kepala sekolah bertugas menjadi leader di sekolahnya. Dampaknya sekolah mengalami kekurangan tenaga pendidik dan diperkirakan terpaksa merekrut guru honorer.

Apakah kepsek tanpa NUKS dibolehkan? Disinggung hal itu Zainal Azmi menuturkan, kondisi saat ini dapat dibilang emergency, karena Disdik pun kesulitan mencari guru yang memiliki sertifikat NUKS. Diakuinya, dalam aturanya penunjukan kepala sekolah wajib memiliki sertifikat NUKS. Jika tidak memiliki NUKS, maka bisa menganggu jalannya pendidikan di suatu sekolah yang dipimpinanya.

Kondisi saat ini, guru honorer di bawah Dinas Pendidikan kota Bengkulu sudah 30% peserta didik diajar tenaga honorer. Dengan adanya wacana pengangkatan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), maka Disdik Kota Bengkulu, mengajukan 500 orang PPK untuk 2021. Makanya pengangkatan harus dipercepat, karena covid 19 tidak belajar efektif.

“Inikan darurat, karena pemkot tidak memiliki anggaran untuk pelaksanaan seleksi cakep dan karena ini masih dalam masa pandemi covid-19, maka pemerintah pusat masih memberikan toleransi hingga 2021,” katanya.

Seperti diketahui dampak bagi kepala sekolah yang tidak memiliki NUKS tunjangan sertifikasinya tidak bisa dibayarkan. Selain itu, tidak bisa melakukan penginputan data pokok pendidik untuk melakukan pembayaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Krisis guru di kota sudah sangat terasa, karena ditengah pandemi covid-19 ini pemerintah masih memberikan toleransi. Harapannya 2021 sudah ada perekrutan tenaga guru dan seleksi cakep, jika tidak dapat dipastikan kementerian menolak kepsek tanpa sertifikat cakep,” tandasnya. (247)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*