Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan itu pergi begitu cepatnya.

Kepergian Tiga Sekawan, Korban Kolam Renang Maut// Ibu Rasakan Firasat Aneh Sebelum Antar Anaknya   Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan  itu pergi begitu cepatnya.
Kepergian Tiga Sekawan, Korban Kolam Renang Maut// Ibu Rasakan Firasat Aneh Sebelum Antar Anaknya Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan itu pergi begitu cepatnya.
Kepergian Tiga Sekawan, Korban Kolam Renang Maut// Ibu Rasakan Firasat Aneh Sebelum Antar Anaknya   Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan  itu pergi begitu cepatnya.
Kepergian Tiga Sekawan, Korban Kolam Renang Maut// Ibu Rasakan Firasat Aneh Sebelum Antar Anaknya Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan itu pergi begitu cepatnya.
Kepergian Tiga Sekawan, Korban Kolam Renang Maut// Ibu Rasakan Firasat Aneh Sebelum Antar Anaknya   Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan  itu pergi begitu cepatnya.
Kepergian Tiga Sekawan, Korban Kolam Renang Maut// Ibu Rasakan Firasat Aneh Sebelum Antar Anaknya Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-teman sekolahnya. Tak menduga tiga sekawan itu pergi begitu cepatnya.

AIRULLA SYEKHDI, KAUR,Bengkulu Ekspress,TIGA pelajar Sekolah Dasar (SD), Zahra Nurhayati Salsabila (11), Nur Widiya Novi Fittaba (11) dan Cici Sekar Lianita (10), warga Desa Air Dingin Kecamatan Kaur Selatan, meninggal karena tenggelam di kolam renang Taman Benika (TB) Desa Sinar Pagi, Kecamatan Kaur Selatan.
Kepergian tiga pelajar putri ini meninggalkan duka bagi keluarga, guru dan teman-temanya.

Suasana duka mendalam begitu menyelimuti keluarga tiga sekawan itu, yang rumahnya tidak berjauhan di Jalan Lintas Desa Air Dingin.
Keluarga dan teman bahkan guru korban sempat shock ketika mengetahui ketika tiga pelajar tewas di kolam renang TB, Minggu (5/2). Tak menyangka jika anaknya itu begitu cepat meninggalkan mereka dan kini ketiganya telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Air Dingin.

Yulianto (40) dan Gusti Dahniar (43) orang tua Cici Sekar Lianita tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Sebab ketika ditemui Begkulu Ekspress dan rombongan Wabup Hj Yulis Suti Sutri mata keduanya tampak berlinang air mata. Tak kuasa menceritakan kepergian anak bungsunya itu.

Sebab ibu Cici yang mengantarkan anaknya dan dua kawannya ke kolam renang itu, sebelumnya telah memiliki firasat aneh. Namun dia tidak menduga firasat aneh tersebut ternyata berubah menjadi kabar buruk. “Waktu sebelum berenang itu mereka ini sempat saya larang, karena waktu itu masih panas dan anak saya ini terus bangunkan saya tidur. Padahal waktu sebelum pergi itu perasaan saya gak enak, tapi gak tahu kenapa,” cerita Dahniar disamping sang anak anaknya yang terbujur kaku dirumahnya, kemarin (5/2).
Daniar tidak banyak berkomentar dan terus menunggui anaknya sebelum dimakamkan di TPU Desa Air Dingin. Namun di mata keluarga, siswa kelas 3 SD 1 kelahiran 21 Mei 2009 itu dikenal baik dan aktif. Bahkan sebelum meninggal ia sempat menceritakan keinginannya kepada orang tua untuk merayakan ulang tahunya ke pantai.
“Anak itu orangnya gak banyak tingkah dan dan beberapa hari itu dia sempat minta rayakan ulang tahunya nanti,” ujarnya.

Hal sama dirasakan Taufik (43) dan Yanti (40), orang tua Zahra Nuryahati Salsabila dan Asmadi (45) dan Tri Wina (41) orang tua Nur Widiya, ia sangat menyesali pertemuan singkat dengan anaknya itu. Orang tua Zahra juga mengaku, tidak ada tingkah laku aneh pada anaknya sebelum tengelamnya dan telah membuat keluarga, tetangga teman dan kerabat kaget. Juga saat kejadian itu ia tak menduga jika anaknya yang menjadi korban dalam musibah tersebut. “Kalau saya tidak ada perasaan dan anak itu memang sering pergi bertiga dan saya tidak tau ini perpisahan terakhirnya,” ungkapnya.