Kepala SMKN 3 RL Juara Inovasi Ditengah Pandemi

Kepala SMKN 3 Rejang Lebong bersama para pemenang lomba manajer pendidikan inovatif tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Bengkulu Tahun 2021.

CURUP, bengkuluekspress.com – Kepala SMKN 3 Rejang Lebong, Asep Suparman SPi MPd kembali meraih prestasi didunia pendidikan. Kali ini ia berhasil menjadi juara I dalam lomba inovasi kepala sekolah ditengah pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah saya bisa menjuarai lomba inovasi kepala sekolah ditengah pandemi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Universitas Bengkulu,” ungkap Asep saat dikonfirmasi Kamis (2/9).

Dijelaskan Asep, lomba kepala sekolah inovatif yang ia juarai tersebut adalah lomba manajer pendidikan inovatif tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Bengkulu Tahun 2021.

Dimana menurut Asep dalam kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan kepala sekolah dari berbagai satuan pendidikan mulai dari SD sederajat, SMP sederajat dan SMA sederajat dari 10 kabupaten kota yang ada di Provinsi Bengkulu dan ada dari Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan.

“Untuk juara II dari SMKN 6 Seluma dan Juara II Kepala SMAN 3 Bengkulu Selatan. Lomba ini juga dalam rangka program merdeka belajar dan kampus merdeka,” tambah Asep.

Dijelaskan Asep, inovasi yang ia lakukan di SMKN 3 Rejang Lebong sehingga ia bisa meraih juara I adalah membangun sekolah bermutu pada masa pandemi Covid-19 melalui penerapan manajemen Hybrid Learning di SMKN 3 Rejang Lebong.

Langkah-langkah yang ia lakukan yaitu membentuk tim manajemen dan tim sistem informasi manajemen sekolah. Kemudian membangun aplikasi pembelajaran jarak jauh terkontrol oleh waka kurukulum dan aplikasi penilaian berbasis aplikasi kejar.id.

“Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah membentuk Satgas Covid-19 ditingkat sekolah,” tambah Asep.

Selanjutnya, inovasi yang ia lakukan yaitu menjadwalkan pembelajaran tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan ketat, kemudian merealisasikan hybrid learning dengan cara untuk mata pelajaran non kejuruan secara pembelajaran jarak jauh atau daring dan secara tatap muka terbatas untuk mata pelajara praktek kejuruan dan terakhir melakukan monitoring saat pelaksaaan hybrid learning dan evaluasi setiap minggu sekali.

Atas raihannya dalam lomba inovasi kepala sekolah yang dilaksanakan Unib tersebut, Asep berharap bisa menjadi inspirasi para kepada sekolah di Provinsi Bengkulu diera 4.0 serta pandemi Covid-19 yang menuntut kepala sekolah harus kreatif dan inovatif sehingga bisa membuat pendidikan di Bengkulu semakin maju.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar SMKN 3 Rejang Lebong yang memberikan dukungan kepada saya sehingga bisa menjuarai lomba ini,” sampai Asep. (251)