Kepala KSOP Bengkulu Berganti

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Jabatan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai, Provinsi Bengkulu, berganti. Dari pejabat lama M. Junaidin, SH, kepada Drs. Dody Triwahyudi, M. S.Tr sebagai pejabat baru. Pisah sambut dan serah terima jabatan (sertijab) keduanya telah dilakukan di Hotel Santika Bengkulu, Rabu (23/1/19).

“Selamat datang kepada KSOP Pulau Baai Bengkulu, yang baru semoga bisa melanjutkan apa yang telah dicapai saat ini” kata M. Junaidin dalam kata sambutannya pada acara sertijab.

Junaidin sendiri meneruskan tugas ditempat yang baru menjadi Kepala KSOP Kelas Kelas II Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dia mengatakan, agak berat untuk pergi dari Bengkulu. Karena lebih mesra di pulau baai ini, dalam hal bekerja bersama membangun Bengkulu.

“Menjadi tantangan tersendiri bagi saya untuk membesarkan nama Bengkulu, khususnya dengan pelabuhannya,” ujarnya.

Menurut Junaidin, kebersamaan sekitar 1,3 tahun lamanya dalam membangun Bengkulu. Semua pihak tidak main-main menjadikan Pelabuhan Pulau Baai untuk maju, khususnya masalah alur yang sering menjadi permasalahan.

Selain itu, Kawasan ekonomi khusus (KEK) yang direncaanakan Gubenur Bengkulu, harus ditangani segera untuk menghidupkan nama Bengkulu. Dengan transitmen yang sudah dilakukan banyak yang sudah diterima, baik ke kas negara maupun Pemda Bengkulu.

“Tinggal kita lakukan dengan baik lagi. Apa yang sudah dilakukan bersama tidak ada yang dirasakan susah,” tukasnya.

Kepala KSOP yang baru, Drs. Dody Triwahyudi, M. S.Tr, mengatakan, dalam waktu dekat dan secara bertahap dirinya mengunjungi instansi yang ada di Bengkulu. Khususnya yang telah berkerjasama dan berkoordinasi dengan baik untuk kemajuan Bengkulu.

“Pekerjaan yang dilakukan sebelumnya sudah luar bisa hebatnya. Tinggal melanjutkannya demi untuk kemajuan Provinsi Bengkulu. Karena pelabuhan ini menjadi pintu gerbang perekonomian Bengkulu. Kita harus menyamakan presepsi sehingga kerja kita akan cepat. Dalam waktu dekat membahas masalah alur dan pelabuhan,” papar Dody.

Dikatakan Dody, memang perlu perencanaan besar menyikapi masalah alur dan pelabuhanan. Kalau pelabuhannya diperbaiki dengan alur yang selalu dijaga sehingga lebih baik. Harapannya bisa meningkatkan perekonomian.

“Bengkulu membawa saya menjadi lebih bersemangat,” tukasnya.

Khusus untuk pelabuhan, kata Dody, untuk angkutan penumpang hanya menggunakan kapal perintis dan ferri. Rutenya tidak jauh hanya ke Pulau Enggano. Untuk itu, KSOP Bengkulu lebih fokus pada angkutan barang kargo dan peti kemas yang belum berkembang secara signifikan

“Potensi yang besar khususnya batu bara, sudah ada tinggal dukungan dari segala elemen yang ada,” tandasnya.

Dody berharap, kedepan terjalin sinergitas yang kuat antar stakeholder yang ada. Jika dirinya salah nantinya maka dia mempersilahlan ditegur saja sehingga apa yang dicita- citakan bersama dapat terlaksana dengan baik. (HBN)