Kepala Dipenggal, Motor Dirampas

CURUP, BE – Pembunuhan terhadap Nelson Fauzi (14) warga Desa Kampung Jeruk, masih cukup membuat heboh warga Kabupaten Rejang Lebong (RL).  Korban ditemukan tewas dengan kondisi tubuh membusuk serta kepala terpisah dari badan di kebun kopi Talang Kikim Desa IV Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran, pada pertengahan Juli 2011 lalu.

Polres RL Oktober 2012 lalu berhasil mengamankan salah seorang pelaku pembunuhan atas nama Dp (20), yang masih satu kampung dengan korban, yakni warga warga Desa Kampung Jeruk. Dp berhasil di ringkus oleh polisi dipersembunyiannya di Desa Muara Aman Kecamatan Pasmah Air Keruh Kabupaten Lintang Empat Lawang.  Meski berhasil membekuk Dp, polisi masih memiliki pekerjaan rumah untuk menangkap dua pelaku lainnya yang hingga saat ini masih buron atas nama  Ir (20) dan Pu (22) yang diketahui Desa Sambirejo Kecamatan Selupu Rejang.

Dari penyelidikan polisi, diketahui Nelson yang saat itu masih berstatus pelajar SMP kelas 2 dibunuh oleh ketiga pelaku hanya gara-gara ingin merampas motor korban. Padahal antara korban dan pelaku saling mengenal. Ketika pelaku pembunuhan diketahui memang kerap beraksi dalam berbagai aksi perampasan motor di jalan lintas Curup-Lubuklinggau.

Sekitar pukul 13.00 WIB Selasa (11/12), Sat Reskrim Polres Rejang Lebong bersama kejaksaan menggelar rekonstruksi pembunuhan di lapangan tenis Mapolres RL. Setidaknya ada 14 adegan rekonstruksi yang melibatkan tersangka Dp. Dalam rekonstruksi tersebut terungkap Fauzi dibunuh dengan cara ditikam sebanyak 3 kali dan akhirnya dipenggal oleh salah seorang pelaku perampokan, kemudikan mengambil kendaraan jenis Honda Blade milik korban.

Dalam rekonstruksi itu tergambar bahwa peristiwa bermula saat korban berkunjung ke rumah Tsk Dp yang tak lain adalah tetangga korban. Saat tiba di rumah Dp, korban bertemu dengan Ir dan Pt yang tengah ngopi di rumah Dp.  Selang beberapa waktu, korban akhirnya diajak Tsk Dp untuk pergi ke Talang Kikim Desa IV Suka Menanti Sindang Dataran bersama dengan 2 Tsk lainnya menggunakan 2 unit kendaraan. Korban berboncengan dengan Dp, sementara 2 Tsk lainnya berboncengan menggunakan kendaraan Yamaha FIZ R milik IR dan sempat bertemu dengan Usiar, warga setempat di jalan umum Desa Kampung Jeruk.

Dalam perjalanan, korban bersama 3 Tsk sempat berhenti di jembatan sungai hitam air panas Desa Sindang Jati Kecamatan Sindang Kelingi. Selang 30 menit, korban dan 3 Tsk kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan semula, di tengah perjalanan, korban dan 3 Tsk kembali bertemu dengan Sumartono, warga lainnya.  Tanpa tegur sapa, korban dan 3 tsk terus saja melanjutkan perjalanan.

Saat telah tiba di tujuan, korban yang berboncengan dengan Dp memarkirkan kendaraannya tak jauh dari kendaraan milik tsk Ir. Dalam rekonstruksi tersebut juga tergambar bahwa saat telah tiba di lokasi yang dituju, ketiga Tsk lantas berencana ingin melakukan aksi perampokan terhadap pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut.  Namun, karena hingga sekian lama tak kunjung satupun warga yang melintas, maka akhirnya Tsk Ir mengajak Dp dan PT untuk mengambil kendaraan milik korban.

Setelah ketiganya sepakat, Tsk Ir mendatangi korban yang sedang bersandar di kendaraan miliknya dan langsung mencengkram pakaian korban dan langsung mencabut sebilah senjata tajam jenis pisau dari pingganya dan menusuk dada korban. Korban yang merasa kesakitan akhirnya berontak dan berupaya menyelamatkan diri lari ke arah kebun kopi tak jauh dari lokasi tersebut.

Melihat hal itu, Tsk Ir tak tinggal diam, bersama Dp dan PT mengejar korban yang terus berlari menuju kebun kopi.  Ketiga Tsk akhirnya berhasil menyusul korban, Tsk IR berhasil mendahului korban dan kembali menusuk bagian perut korban.  Sementara Tsk Dp yang berada di belakang tubuh korban juga ikut menusuk punggung kanan korban menggunakan pisau miliknya.

Sementara, Tsk Pt yang sudah berada di hadapan tubuh korban lantas mencabut sebilah parang yang berada di pinggangnya dan langsung membacok leher sebelah kiri korban hingga nyaris putus, sehingga tubuh korban oleng dan terjatuh di atas tanah.

Melihat korban yang sudah tak berdaya, ketiga Tsk akhirnya meninggalkan korban, Tsk Ir langsung membawa kendaraan korban, sementara Tsk Dp dan PT menggunakan kendaraan milik Ir meninggalkan TKP.

“Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” ujar Kapolres RL, AKBP Edi Suroso SH melalui Kasat Reskrim AKP Margopo SH.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Curup Eliarmi, SH yang ikut mengawal rekonstruksi mengaku, pihaknya akan mempelajari berkas perkara sesuai dengan hasil rekonstruksi tersebut. “Kita belum dapat menyimpulkan kasus ini termasuk pembunuhan berencana atau tidak. Tapi yang jelas, kita akan membuat dakwaan sesuai keterangan saksi dan alat bukti yang ada,“ tegas Kasi Pidum.

Di bagian lain, salah seorang keluarga korban, Efendi mengaku belum puas dengan hasil rekonstruksi. Terlebih lagi jika korban yang merupakan keponakannya itu disebut-sebut diajak merampok sebelum dibunuh. “Perlu saya tegaskan, saya kenal persis ketiga pelaku pembunuh ini. Korban ini masih kecil, mereka hanya sekadar kenal. Pembunuan ini pasti direncanakan. Saya berharap hukuman terberat bagi pelaku,” ungkap Efendi. (999)