Kepala Daerah Harus Kompak

RIO/Bengkulu EkspressHALAL BIHALAL: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Forkopimda FKPD, Bupati/Walikota se-Provinsi Bengkulu dan Seluruh ASN Pemprov Bengkulu bersalam-salaman dalam kegiatan halal bihalal Pemprov Bengkulu, Senin (10/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Gubernur Bengkulu menggelar halal bihalal di halaman apel Kantor Gubernur Bengkulu. Semua ASN pemprov, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Bupati serta walikota di Bengkulu di undang untuk mengikuti halal bihalal tersebut.

Hanya saja, tidak semua kepala daerah (kada) tersebut hadir untuk mengikuti halal bihalal gubernur. Terlihat hanya Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli, Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Periadi, Bupati Kaur Gusril Fauzi, Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid dan Wakil Bupati Kepahiang Netti Herawati yang hadir. Meski tak banyak yang hadir, Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah meminta kada untuk tetap bersatu membangun Bengkulu. Untuk itu dibutuhkan sinergitas, kekompakkan dalam menjaga persatuan membangun daerah.

“Halal bihalal untuk mempererat silaturahmi dalam kerja. Membuang jauh-juah hubungan yang terkotak-kotakkan. Saling melengkapi dan saling menguatkan untuk membangun Bengkulu yang kita cintai,” ujar Rohidin pada sambutan halal bihalal yang digelar di halaman apel Kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (10/6).

Dijelaskannya, untuk membangun Bengkulu ini tidak hanya bisa dilakukan sendiri oleh gubernur, tanpa ada bantuan yang kuat dari semua kada di Provinsi Bengkulu sebagai pemilik wilayah. Dibutuhkan komunikasi yang produktif, antara kepala daerah, OPD dan para Rektor serta unsur lainnya. Mengingat Provinsi Bengkulu sendiri memiliki program prioritas yang perlu diselesaikan secara bersama.

“Program itu seperti pembangunan jalan tol. Sekarang masih proses pembebasan lahan. Kalau di provinsi lain bisa sampai bertahun-tahun, kita minta di Bengkulu bisa selesai dalam 3 bulan. Ini membutuhkan dukungan kada yang wilayahnya dilalu jalan tol. Jangan ada lagi makelar tanah, termasuk memberikan izin bangunan baru, sehingga menghambat proses pembebasan,” terang Rohidin.



Kemudian terkait perubahan pengelolahan status Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu oleh PT Angkasa Pura II, pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang diyakini akan mendorong ekonomi Bengkulu. Termasuk mendorong status Polda dan Korem 041/Gamas menjadi tipe A. “Jangan ada keraguan untuk ikut mendorong ini bisa cepat direalisasikan,” paparnya.

Sementara itu, menurut Rohidin dalam menggelarkan potensi di Bengkulu, gubernur meminta bisa ikut memunculkan potensi geothermal di Bengkulu. Sebab, potensi geothermal di Bengkulu memiliki potensi terbesar di Pulau Sumatera. Namun hal ini belum banyak diketahui oleh Indonesia. “Jika ini bisa kita dorong bersama, maka geothermal menjadi potensi energi terbarukan. PLTU itu masa lalu, PLTA rawan dampaknya jika sudah lama. Termasuk mendorong kopi Bengkulu, bisa terus dipromosikan,” katanya.

Pada wilayah perkotaan, gubernur meminta bupati/walikota untuk membuat penghijauan disepanjang wajah kota. Termasuk menata pedagang kaki lima, agar bisa dibuatkan zonasi. Dengan penataan yang dilakukan tersebut, maka wajah Bengkulu akan menjadi lebih baik. “Kita belum mengarah banyaknya gedung menjulang di Bengkulu, perempatan macet oleh kendaraan, itu nanti. Adipura yang belum didapatkan itu masa lalu, mari tata wilayahnya dengan melakukan penghijauan,” ujar Rohidin.

Termasuk memaksimalkan pelayanan publik, seperti menertibkan administrasi kependudukan, perizinan, layanan kesehatan dan pendidikan. Empat fasilitas ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga dibutuhkan perhatian secara serius oleh masing-masing pemerintah daerah. “Saya ingin tahun 2020 mendatang, hal ini bisa diwujudkan secara bersama,” ungkap Rohidin.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi mengatakan, untuk membangun Bengkulu memang tidak bisa dikerjakan secara sendiri. Dibutuhkan dukungan oleh semua pihak. “Mari kita hindarkan perpecahaan, hindarkan membangun komunitas secara sendiri,” ujar Hijazi.

Provinsi Bengkulu merupakan daerah yang memiliki potensi sangat besar. Banyak para pemimpin dan tokoh besar berasal dari Bengkulu. Hal ini menjadi dukungan untuk membuat Bengkulu bisa lebih maju. “Mari kita berloma-lomba untuk membangun Bengkulu. Sehingga Bengkulu bisa menjadi perhatian secara nasional,” tutupnya. Halal bihalal sendiri juga diisi oleh ceramah dari Ustad Antoni Syarif dan diakhiri doa bersama serta bersalaman oleh pejabat pemprov dan pejabat vertikal yang diundang pada halal bihalal tersebut. (151)