Kepala BKPSDM Diperiksa

Diperiksa
ERICK/Bengkulu Ekspress
DIPERIKSA: Kepala BKPSDM Lebong, H Guntur SSos ketika menjalankan pemeriksaan penyidik Sat Reskrim Polres Lebong, kemarin (29/8)

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Didepan penyidik Polres Lebong, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebong, H Guntur SSos tidak memukul kepala korban Elko E Khahar (45). Namun hanya menenangkan dengan memegang dada korban.

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIk melalui Kabag Ops, AKP Yosril Radiansyah SH mengatakan, atas laporan yang diterima pihaknya pada hari Senin (27/08), pihaknya telah memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

“Sebelumnya kita telah meminta keterangan terhadap 3 orang saksi, 2 saksi pegawai BKPSDM dan 1 saksi pegawai yang kebetulan sedang berada di kantor BKPSDM,” jelasnya, kemarin (29/08).

Untuk saat ini, penyidik Poles Lebong masih mendalami atas dugaan pemukulan yang dilakukan terlapor terhadap korban. Untuk itulah, selain terlapor untuk dimintai keterangan juga meminta keterangan saksi yang sedang berada di TKP.

“Sehingga kita nantinya bisa mengetahui apakah ada unsur pidana atau tidak,” sampainya. Dimana dari pengakuan terlapor, pada saat itu korban menggebrak meja dan langsung berdiri. Melihat hal tersebut, terlapor langsung mendekati korban dan menyentuh bagian dada korban untuk menenangkan agar tidak naik pitam.

“Dirinya (terlapor) menyentuh dada korban dengan tangan kosong,” ujarnya.

Sementara itu, untuk hasil visum yang dilakukan oleh korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong untuk memperkuat laporan pemukulan yang dilakukan terlapor terhadap korban. “Hasil visum korban masih kita tunggu hasilnya,” tegasnya.

Mengingatkan kembali, pada hari Senin (27/08) sekitar pukul 09.00 WIB pelapor mendatangi kantor BKPSDM untuk bertemu terlapor. Karena ingin meminta rekomendasi pindah tugas istri korban ke Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Namun karena tidak ada titik temu antara kedua belah pihak, terjadilah dugaan pemukulan yang dilakukan terlapor terhadap korban.(614)