Kementan Kembangkan Bibit Sawo Kaur

KOTA BINTUHAN, BE – Pohon sawo kecik dan besak tidak cuma menghasilkan buah, tapi juga bisa menjadi tanaman perindang. Bahkan, pohon sawo  bisa untuk reklamasi tambang, meski masih dalam uji coba. Keuntungan penjualan bibit sawo  semanis buahnya menjadi perhatian provinsi se Indonesia.
Beberapa hari yang lalu tim Balai Pengkajian Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Bengkulu dan Tim Dinas Pertanian provinsi didampingi Tim Pertanian Kaur melakukan penelitian buah sawo di Desa Benteng Harapan.
Semuanya ini dilakukan mengingat intruksi Kementerian Pertanian agar Sawo Kaur dalam waktu dekat bisa diekspor ke 33 Provinsi, disamping ekspor juga dikembangkan melalui pembibitan.
Hal tersebut diungkapkan Kadis Pertanian Ir H Herwan saat dihubungi BE kemarin (23/9). Dikatakannya, selama ini, sawo  lebih terkenal sebagai pohon perindang. Sebab, tinggi tanaman ini bisa mencapai 25 meter. Namun, sebetulnya, buahnya kenyal dan sangat manis khususnya kabupaten Kaur mendapat juara I tingkat Nasional dalam festiva buah dibandung 5 september yang lalu. Sehingga kemetrian Pertanian tertarik agar buah sawo mulai dikembangkan se indonesai, bagaimana caranya maka semua daerah harus mengambil bibitnya di Kaur.
“Tim inilah yang saat ini akan mengkaji verites untuk dikembangkan, artinya layak atau bisa tidak sawo ini dikembang didaerah lain dengan suhu yang berbeda,” jelasnya.
Dijelaskanya, saat ini Balai dan Tim UNIB tengah melakukan penilitian sawo, kemarin mereka mengambil sampel di Desa Benteng Harapan Kecamatan Maje, karena untuk bisa dikembangkan minimal satu bulan untuk bibit sudah berukuran 30-50 cm. Kemudian bibit sawo  setinggi satu meter harus dipesan delapan bulan.”Kita masih mendorong agar uji coba itu berhasil, sehingga kita akan mengekpor bibit sawo seluruh indonesia,” katanya.
Disisi lain, Kepala BPSB Bengkulu Murlin Hanizar SP mengatakan, pihaknya tengah melakukan penilitian varitas lokal ini sejak tahun 2000 yang lalu. Namun veritas ini harus di determinasi baik pengamatan bentuk, batang, kemudian morfologinya. Semuanya harus diteliti di Lab UNIB agar semuanya bisa maksimal untuk dikembangkan.
“Penelitian ini harus sesuai dengan aturan, sehingga kita tidak sembarangan jika ingin mengmbangkan tanaman, Semuanya harus dilewati penelitian. Jika lolos dalam penelitian maka bisa dikembangkan dengan baik,” jelasnya. Yang jelas lanjutnya, Sawo Kaur siap dikembangkan harus melalui penelitian karena syaratnya peneilitan agar mendapat sertifikasi kelayakan dalam pengembangan.”Sehingga tidak bisa dikembangkan begitu saja, harus ada penilitian. Sawo Kaur akan melalui proses selam seminggu, sehingga minggu depan sudah ada kepastian,” jelasnya.(823)