Kemenperin Latih 20 Pemuda jadi Barista

REWA/BE
FOTO BERSAMA: Pejabat Fungsional Assesor Manajemen Mutu Industri pada BBIA-BPPI Kemenperin, Ir Eddy Siswanto dan Instruktur serta Peserta Bimtek berfoto bersama pada Bimtek Teknis WUB IKM Kopi di Grage Hotel Kota Bengkulu, Senin (2/12).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia melalui Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furniture bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu. Melaksanakan pelatihan bagi sebanyak 20 orang pemuda untuk menjadi Barista. Puluhan pemuda tersebut diharapkan dapat menjadi Wirausaha Baru (WUB) dibidang kopi.

Pejabat Fungsional Assesor Manajemen Mutu Industri pada Balai Besar Industri Agro Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BBIA-BPPI) Kemenperin Ir Eddy Siswanto mengatakan, jumlah pengusaha di Indonesia masih kecil atau kurang dari 3 persen. Padahal tingkat kesejahteraan suatu negara itu dinilai dari banyaknya pengusaha. Ketika jumlah pengusaha suatu negara itu banyak, maka negara tersebut dipastikan masyarakatnya sejahtera.

“Makanya kita ingin di Bengkulu ini ada pengusaha baru dari kalangan pemuda. Mereka kita latih menjadi seorang Barista Professional yang nantinya diharapkan bisa membuka usaha sendiri,” kata Eddy pada pembukaan Bimtek Teknis WUB IKM Kopi di Grage Hotel Kota Bengkulu, Senin (2/12).

Agar para pemuda ini menjadi barista professional, mereka dilatih oleh instruktur professional dan paham tentang kopi. Pada kesempatan ini, Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furniture Kemenperin menghadirkan Frans Yayang dan Jonathan Yustisio. Mereka berdua merupakan sosok pengusaha kopi terkenal dan sukses di Indonesia. “Jadi kita hadirkan memang orang yang paham tentang kopi, agar para peserta lebih maksimal mendapatkan ilmu barista pada kegiatan ini. Karena barista memiliki peranan penting dalam industri kopi,” ujar Eddy.

Ia mengaku, puluhan peserta yang mengikuti Bimtek ini akan menjalani pelatihan menjadi Barista selama 3 hari sejak 2-4 Desember 2019. Diharapkan setelah menjalani pelatihan ini, mereka bisa menjadi pengusaha kopi ataupun memiliki usaha cafe kopi sendiri. “Bengkulu ini kan penghasil kopi terbesar nomor 3 di Indonesia, kita ingin sebanyak 20 orang pemuda dari Kader HMI aktif dan telah menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi ini bisa menjadi barista kopi dan menghasilkan kopi dengan rasa yang enak sesuai dengan tren saat ini serta menjadi pengusaha kopi,” tutupnya.

Sementara itu, Perwakilan HMI Cabang Bengkulu, Mohammad Nor mengucapkan, terimakasih kepada Kemenperin karena sudah memberikan pelatihan kepada Kader HMI Cabang Bengkulu. Ia berharap melalui pelatihan ini, semakin banyak pengusaha baru bisa tercipta dan bisa jadi cikal bakal barista di Bengkulu. Sehingga Bengkulu bisa semakin sejahtera. “Terimakasih Kemenperin, mudah-mudahan kerjasama kita bisa saling bersinergi kedepannya,” tutupnya.(999)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*